Niko Sang Pencuri Warga Betung Dihadiahi Timah Panas

0
185

Sumateranews.co.id, BANYUASIN — Ini yang kesekian kalinya Niko Adrian (19) harus berurusan dengan polisi akibat ulahnya yang sering meresahkan masyarakat di wilayah Kecamatan Betung.

Resedivis ini terpaksa dihadiahi timah panas di kaki bagian kanan karena sempat melawan saat ditangkap jajaran Polsek Betung, Kamis (9/8) Pukul 02.00 WIB.

Saat beraksi Niko mengajak rekannya Agus Manto (17) mencuri di rumah Kisworo dan Marzuki yang merupakan warga setempat. Kedua pelaku ditangkap di kediamannya Dusun I Desa Sri Kembang Kecamatan Betung.

Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem, SIK menyebutkan bahwa kronologis kejadian pencurian tersebut. Dimana pelaku Niko mencuri di rumah Kisworo dengan cara memukul korban pakai kayu. Hanya saja, korban berhasil melawan hingga pelaku kabur.

“Ketika korban mempergoki pelaku, tanpa ragu pelaku langsung memukul kepala korban. Lalu pelaku kabur dan belum sempat mengambil barang milik korban,” ujar Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi SM Pinem, SIK

Berselang dari kejadian tersebut, terang Kapolres Yudhi, pelaku Niko kembali melakukan aksi pencurian bersama Agus di rumah Marzuki pada tanggal 29 Juli 2018. Saat itu pelaku mencuri dengan cara merusak kunci belakang rumah korban untuk menguasai harta korban. Akibatnya korban mengalami kerugian materi berupa 1 unit HP dan uang Rp 5.050.000.

“Setelah kejadian itu, korban Kisworo melaporkan kepada Polsek Betung, akhirnya sepekan kemudian pelaku berhasil diamankan,” jelas Kapolres saat jumpa pers

di Mapolres Banyuasin didampingi Kasubag Humas AKP Ery Yusdi dan Kapolsek Betung AKP Naziruddin, SH. M.Si, Jumat (10/8).

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini pelaku harus mendekam di sel Polres Banyuasin. Menurut Kapolsek Betung AKP Nazirudin, SH, M.Si, pelaku Niko sudah beberapa kali melakukan pencurian, sedangkan Agus baru pertama kali.

”Barang bukti yang diamankan 1 buah kayu reng, 1 pasang sandal dan 1 unit HP Merk Asus. Pelaku dikenakan Pasal 365 ayat (1) jo 53 KUHP dan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” tambahnya.

Sementara Niko mengaku bahwa yang melatari pencurian disebabkan ingin menikah dengan gadis pujaannya. Sedangkan Agus karena butuh biaya berobat untuk orang tuanya. ”Saya diajak Niko mencuri dan hanya mendapat kebagian uang Rp 500 ribu,” katanya

Laporan          : Herwanto
Editor/Posting : Imam Ghazali