Namanya Disebut di Pemberitaan, 2 Fasilitator Sanimas Datangi Kantor SMSI

77
Foto ilustrasi.

Sumateranews.co.id, GELUMBANG, – Terkait adanya pemberitaan di salah satu media online soal bangunan Sanimas atau Ipal di Desa Pinang Banjar, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, yang diduga syarat korupsi dan menyebutkan sejumlah nama dalam pembangunannya, mulai mengundang reaksi.

Hal itu diungkap, saat beberapa nama yang disebut terlibat dalam pembangunan yang didanai dari DAK itu mendatangi kantor sekretariat SMSI (Serikat Media Siber Indonesia) Kota Prabumulih, pada Minggu sore (9/8) kemarin.

“Terkait munculnya nama saya dalam pemberitaan media online, bahwa saya sebagai pemborong di Program Sanimas Desa Pinang Banjar seperti yang ditulis dalam pemberitaan tersebut, itu tidak benar.

Dan saya sangat menyayangkan kepada pihak media yang merilis pemberitaan terhadap saya tersebut, sama sekali tidak melakukan konfirmasi terlebih dahulu, baik secara langsung maupun via telepon,” ungkap Musadar, selaku petugas Fasilitator pada Program Sanimas di Muara Enim, usai diterima Ketua SMSI Kota Prabumulih, Donni.

Masih dia katakan, seharusnya pihak media melakukan konfirmasi terlebih dahulu demi keakuratan berita dan dimuat sesuai fakta.

“Ini tidak ada sama sekali, bahkan nama kami disebut jelas dalam pemberitaan itu,” ucapnya.

Hal sama juga disampaikan oleh Haris Mudillah SH, petugas Fasilitator Tenaga Lapangan Program Sanimas lainnya. Dia menambahkan, bahwa Program Sanimas di Desa Pinang Banjar adalah program swakelola yang dilaksanakan oleh masyarakat sebagai pelaksana dan penanggungjawab kegiatan.

“Kapasitas saya sebagai tenaga fasilitator lapangan, bukan sebagai pemborong seperti yang ditulis dalam berita itu pak, kegiatan tersebut dilaksanakan oleh masyarakat,” tandasnya, menyesalkan berita tersebut.

Sementara, Donni, Ketua SMSI Kota Prabumulih menyebutkan akan mencoba memfasilitasi permasalahan tersebut. Dirinya juga menyampaikan ucapan terima kasih, kehadiran SMSI sebagai organisasi wadah perusahaan media online sudah mulai direspon dan dikenal masyarakat luas.

“Ya salah satunya, tujuan adanya SMSI ini untuk membantu dan meningkatkan keprofesionalan media khususnya media online, supaya terus berkembang dan ramah membangun bangsa terutama di Sumsel melalui produk-produk jurnalistiknya,” tandasnya.

Terpisah, Ketua SMSI Kabupaten Muara Enim, Hafizul Ahkam menambahkan, pihaknya telah melakukan koordinasi dan menghubungi pemilik media terkait.

“Di sini ada diskomunikasi, antara wartawan dengan beberapa nama yang disebutkan oleh masyarakat.

Di sisi lain wartawan itu juga tidak ada kontak dan alamat tempat tinggal beberapa nama yang disebutkan tadi,” ungkap Hafiz, seraya menambahkan bahwa SMSI Muara Enim, terus memberikan pemahaman khususnya kepada media dan wartawan.

Laporan : Red III Editor : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here