Muara Enim Bakal Jadi Pilot Project Desa Aman Pangan

0
98

Sumateranews.co.id, MUARA ENIM – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BB POM) Palembang akan mengusulkan tiga desa di Muara Enim untuk mengikuti lomba Desa Aman Pangan mewakili Sumsel di tingkat nasional.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala BB POM Palembang, Dewi Prawitasari Apt, M.Kes saat melakukan audiensi bersama Bupati Muara Enim, Ir Muzakir Sai Sohar, Selasa (22/5/2018).

“Kedatangan kita ke Muara Enim tujuannya untuk menyampaikan kerjasama tindak lanjut dari MoU yang sudah ditandatangani oleh Bupati Muara Enim dengan BB POM Palembang tentang pengawasan obat dan makanan terpadu,” katanya.

Dalam MoU tersebut lanjutnya, terdapat berbagai program di antaranya pemberdayaan industri rumah tangga aman pangan, pengawasan obat dan makanan, dan komunikasi informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang obat dan makanan.

“Nah dari MoU tersebut tindak lanjutnya kita memilih Muara Enim sebagai pilot project dalam program Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD) dan akan ada tiga desa di Muara Enim untuk diusulkan sebagai desa dan satu pasar sebagai desa dan pasar aman pangan yang akan kita ikut sertakan dalam lomba mewakili Sumsel ke tingkat nasional di akhir tahun ini,” jelasnya.

Dijelaskannya, dipilihnya Muara Enim sebagai pilot project dalam program tersebut dikarenakan pihaknya melihat komitmen tinggi dari Bupati Muara Enim dalam hak menjaga keamanan pangan dari zat-zat berbahaya.

“Kita sudah keliling di beberapa kabupaten dan kota untuk melaksanakan program ini, namun belum ada yang berhasil menghasilkan desa yang aman pangan, dan untuk Muara Enim kita melihat potensi besar untuk menghasilkan desa aman pangan dan memenuhi kriteria desa aman pangan. Yang mana didalam desa tersebut di semua aspek baik desa, sekolah, posyandu, pedagang kaki lima, dan yang lainnya harus bebas dari penggunaan zat-zat berbahaya untuk makanan bila perlu harus benar-benar zero,” paparnya.

Sementara itu Bupati Muara Enim, Ir Muzakir Sai Sohar menyambut baik adanya rencana tersebut.

“Ini merupakan tantangan bagi Muara Enim untuk semakin meningkatkan dan benar-benar memantau pangan yang ada di Muara Enim agar benar-bebar zero bebas dari zat berbahaya, karena terkadang saya pribadi miris bila melihat siswa-siswi SD jajan sembarangan di sekolah karena kita tidak tahu seberapa jauh makanan di sekolah itu aman untuk dimakan oleh anak-anak,” katanya.

Terkait rencana mewujudkan desa aman pangan di Muara Enim, pihaknya meminta pihak terkait untuk dapat segera mematangkan persiapan dan menindaklanjuti hal tersebut.

“Saya mendukung penuh adanya rencana ini, bila perlu tidak hanya tiga desa saja yang menjadi desa aman pangan tapi juga seluruh desa di Muara Enim dapat menjadi desa yang benar-benar bebas dari zat-zat berbahaya,” pungkasnya.

Laporan           : Deka Saputra

Editor/Posting : Imam Ghazali