Modal Usaha Kunci Kesejahteraan Jeme Lahat

0
413

Sumateranews.co.id, LAHAT- Tak dapat dipungkiri, saat ini Kabupaten Lahat banyak mendapat sorotan. Sebab segudang masalah tengah menjerat. Mulai uang proyek kontraktor yang belum lunas hingga adv media yang tak kunjung cair.

Di sisi lain, ada juga masalah petani yang hingga kini terus terpuruk. Padahal jumlah penduduk Lahat yang sekarang diperkirakan telah mencapai 500 ribu jiwa, 70 % di antaranya adalah petani. Dari total tersebut, 80 % di antaranya berada pada garis kemiskinan alias tingkat level ekonomi menengah ke bawah.

Kenapa demikian? Hal itu diduga akibat modal usaha yang tidak diberikan pemeritah kepada para petani. Sehingga saat mereka memerlukan modal usaha untuk menggarap lahan pertanian mereka, maka petani tak lagi memilikinya. Alhasil, penghasilan kian dikit, kebutuhan kian menjepit. Pinjam uang ke tengkulak kian menjerit.

Benarkah modal usaha itu penyebabnya? Saat masalah ini dikonfirmasi kepada mantan Staf Ahli Bupati Lahat, Ir. Hapit Padli yang juga salah calon independent, beliau pun tak bisa menampiknya. ‘’Saya amati, modal usaha yang belum mendapatkan ruang di APBD menjadikan para petani menjadi miskin di saat musim paceklik. Padahal kalau ada modal usaha lalu digulirkan kepada masyarakat dan petani, maka kehidupan mereka akan berangsur-angsur baik dan sejahtera,’’ cetusnya.

Sistem modal usahanya? ‘’Ya kita buat kartu tani untuk keteraturan administrasi dan penyaluran modal usaha yang dimaksud agar tepat sasaran. Bisa juga kita melakukan kerja sama dengan BRI dan sebagainya demi membantu petani di pedesaan agar tidak kian terpuruk kehidupan mereka,’’ tegas Hapit.

Pinjaman modal usaha yang dimaksud adalah tanpa boro namun bergulir, sehingga masyarakat petani dapat merata dalam hal kesejahteraannya. ‘’Kita berharap modal usaha ini dapat dialokasikan secara khusus di APBD demi membantu petani. Tinggal lagi bagaimana kita mengaturnya agar petani di pedesaan dan dusun-dusun tidak menderita di saat musim paceklik ataupun musim tanam tiba,’’ tandas Hapit.

Laporan     : Novita/Idham

Editor/Posting : Imam Ghazali