Minta Dinkes Empat Lawang Cek Kesehatan Belasan Korban Sodomi

41
Dinas Kesehatan Kabupaten Empat Lawang diminta untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap belasan korban pencabulan sodomi yang dilakukan para pelaku. Permintaan itu disampaikan oleh Waka Kesiswaan SMPN 2 Pendopo Barat, Kurtubi, akhir pekan kemarin. (Foto ilustrasi)

Sumateranews.co.id, EMPAT LAWANG, – Dinas Kesehatan Kabupaten Empat Lawang diminta untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap belasan korban pencabulan sodomi yang dilakukan para pelaku. Permintaan itu disampaikan oleh Waka Kesiswaan SMPN 2 Pendopo Barat, Kurtubi, akhir pekan kemarin.

“Saya sangat prihatin dan menginginkan dari pihak Dinas Kesehatan agar mengecek kesehatan anak-anak yang menjadi korban sodomi ini, ditakutkan anak-anak tersebut terkena penyakit infeksi yang tidak dinginkan,” jelas Kurtubi, ketika ditemui media ini, di sekolahnya.

Menurut dia, permintaan dilakukan karena pihaknya mendapati pada salah satu korban sodomi terdapat bakteri jamur pada bagian (maaf, red) dubur korban.

“Saya melihat sendiri, di anus anak tersebut sudah terinfeksi, ada warna putih melingkar seperti jamur dan lubang anusnya sudah sangat besar,” ungkapnya, prihatin.

Bahkan, ia katakan, dari pengakuan anak tersebut dirinya sudah dipaksa oleh tersangka sebanyak 6 sampai 7 kali.

Diterangkannya, jumlah korban pencabulan yang dilakukan para pelaku terus bertambah. Setelah sebelumnya dilaporkan 12 orang anak, kini kembali bertambah 1 korban lagi sehingga total ada 13 korban.

“Hari ini, ada satu lagi anak yang mengaku, bahwa dia telah menjadi korban dari kejahatan yang dilakukan salah satu dari ke 5 tersangka,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Pendopo Iptu Haryanto menjelaskan, bahwa memang tidak menutup kemungkinan adanya korban lagi. Tapi, sejauh ini pihaknya masih mendapatkan data laporan sebanyak 12 korban.

“Data kita masih tercatat sebanyak 12 korban, belum ada orang tua yang melaporkan ke sini, untuk tambahan itu, yang jelas kasus ini akan terus kami pantau dan didalami,” tegas Kapolsek, saat dikonfirmasi.

Seperti pemberitaan sebelumnya, pihak Polsek Pendopo berhasil membongkar dan menangkap para pelaku seksual pedofil anak. Ironisnya, salah satu pelaku yakni, AT (inisial) diketahui berstatus sebagai PNS dan mengajar pelajaran agama. Pelaku AT bersama keempat rekannya, diantaranya, JL, IW, dan FR. Sementara satunya lagi masih buron.

Terungkapnya kasus pencabulan sodomi yang sebelumnya dialami ke-12 korban yang masih duduk di bangku SMP dan berusia antara 13 hingga 16 tahun ini berawal dari laporan keluarga korban bahwa anaknya menjadi korban pencabulan para pelaku.

“Ya benar, berdasarkan dari laporan keluarga korban, bahwa anak-anaknya menjadi korban pencabulan,” terang Kapolres Empat Lawang, AKBP Eko Yudi Karyanto SIK., melalui Kapolsek Pendopo, Iptu Hariyanto kepada media ini, pada Selasa (11/02/2020) lalu.

Adapun modus yang dilakukan FR dan kawan-kawan dengan cara memanggil korban sambil melambaikan tangan, kemudian setelah diimingi-imingi uang sebesar Rp15 ribu, para pelaku mengajak korbannya ke dalam kamar.

“Galak duet dak, dan korban sendiri menjawab ‘ya mau’, setelah itu korban diajak pelaku ke dalam kamar dan pintu kamar tersebut dikunci oleh pelaku. Setelah itu pelaku langsung memegang alat kelamin korban dan diisap oleh pelaku. Bahkan, satu tersangka melakukannya sebanyak 3 Kali,” jelas Kapolsek, ketika itu.

Laporan : Bar

Editor    : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here