Minimarket 212 Mart, Beri Peluang Produk Lokal Wedang Jahe

0
735

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH– Berdirinya sebuah minimarket 212 Mart di kawasan Jalan Padat Karya Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur saat ini, adalah bukti mulai terus bertumbuhnya potensi ekonomi umat muslim masyarakat khususnya di Kota Prabumulih.

Selain memudahkan umat muslim berbelanja secara halal, warga yang tergabung dalam Koperasi Syariah Mandiri (KSM) Kota Prabumulih sebagai wadah yang mengelola 212 Mart ini juga turut membantu para anggota kelompok yang sudah memproduksi produk lokalnya sendiri baik yang ada di kota nanas maupun dari luar wilayah Prabumulih untuk dikembangkan di pasaran.

Salah satunya, Jahera Wedang-produk minuman jahe merah hangat yang baru diproduksi sekitar satu bulan terakhir oleh kelompok tani (Poktan) Desa Jemenang Kecamatan Rambang Dangku Kabupaten Muara Enim.

“Kita mengajak seluruh warga umat muslim yang ingin ikut bergabung dengan kami baik warga masyarakat yang ada di Prabumulih maupun di daerah sekitar kota ini. Ini koperasinya umat muslim,” ujar Ketua Koperasi Syariah Mandiri (KSM) kota Prabumulih, H Syamsul Hadi melalui Ketua bidang pengawasan, Usman Firiansyah SH, Minggu (16/9).

Dikatakannya, bentuk kerjasama dalam binaan para anggota yang sudah memproduksi produk untuk dikembangkan melalui 212 Mart ini adalah produk lokal rumahan minuman jahe wedang yang dikemas dalam kemasan bungkusan berisi 5 bungkus kecil 25 gram yang dijual dengan harga Rp 17.500 rupiah.

“Ini produk lokal asli yang dibuat dari tumbuhan jahe dan rempah-rempah lainnya, produk minuman jahe wedang ini sendiri baru beberapa hari kita coba untuk dipasarkan, dan di Kota Prabumulih hanya ada di Mart 212 ini,” kata dia.

Sementara itu, Winarti (36) satu diantara 5 orang personel pembuat wedang jahe asal Desa Jemenang di antaranya, Diana Arlisi, Susanti Muliani, Isti Diamerli, Ditra Diana ini, mengaku baru satu bulan fokus dalam pembuatan jahe wedang tersebut, permintaan pembeli dari para konsumen sudah mulai meningkat.

“Terutama untuk di daerah Kota Prabumulih ini. Selain di Kopena, perusahaan PT TEL, kita coba kembangkan pemasaran produk hasil lokal sendiri ini di Mart 212. Minuman ini asli herbal dan untuk kesehatan,” tuturnya.

Masih dituturkan dia, produk minuman jahe lokal inipun mulai terbentuk dari hasil dari salah satu kelompok Tani Munggah Jaya desa Jemenang yang menjadi salah satu mitra binaan PT Pertamina EP Asset 2 kota Prabumulih.

“Kalau awalnya ide membuat wedang jahe ini sudah kami dapatkan sejak setahun lalu menjadi kelompok tani sebagai mitra binaan Pertamina EP. Waktu itu, ada seorang pakar yang menjadi nara sumber dari Pertamina saat pertemuan kegiatan poktan,” tandasnya.

Pihaknya pun kata dia, berharap dengan adanya kerjasama dengan Mart 212 dan sudah menjadi salah satu poktan mitra binaan pihak PT Pertamina EP Asset 2 Prabumulih dapat terus berupaya untuk mengembangkan hasil produk lokal ini.

“Setidaknya, dengan berkembangnya terus dalam pembuatan wedang jahe ini selain dapat menambah penghasilan kami yang mayoritasnya ibu rumah tangga ini, ke depannya juga berharap dapat membuka lapangan kerja bagi warga sekitar,” tukasnya.

Laporan          : AD
Editor/Posting : Imam Ghazali