Merasa Terancam, Polisi Tembak Pemalak Hingga Tewas di Macan Lindungan

63

Sumateranews.co.id, PALEMBANG- Ridwan (37) tewas ditembak sopir truk di Jalan Sukarno Hatta tidak jauh dari tempat simpang empat lampu merah Macan Lindungan Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang, Senin (22/7/2019) sekitar pukul 11.30 WIB. Warga pun berkerumun melihat seorang korban tergeletak tertembak di pinggir jalan ternyata dia pemalak sopir truk yang melintas di wilayah tersebut.

“Korban merupakan pemalak sopir yang pura-pura berjualan di pinggir jalan. Padahal itu modus dia untuk melakukan aksinya,’’ kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Ridwan sering melakukan aksi pemalakan pada siang dan malam hari sehingga sopir truk yang melintas sudah merasa resah dipalaki.

Alasannya dia pura-pura berjualan, malah biasanya sopir ditodongnya. ‘’Kami kenal sama dia pada saat seorang warga menunjukkan fotonya. Dan dia tidak sendirian melakukan aksinya malahan dia sudah pernah masuk penjara ditangkap polisi lantaran melakukan pemalakan. Dia itu ditangkap polisi lalu keluar dari penjara malakukan pemalakan lagi, dia nodong pakai pisau,’’ ujar warga tersebut.

Menurut Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi korban merupakan pelaku pemalakan. Dia tewas ditembak sopir truk yang dipalakinya pada saat melintas di sana. Namun sebelum ada penembakan sempat terjadi keributan antara korban dan pelaku. “Sebelum korban ditembak sempat ada keributan antara korban dan pelaku mungkin sopir yang kesal sama korban yang sering dipakai sehingga sopir mengeluarkan pistol lalu menembak korban,” katanya.

Korban Ridwan sering melakukan pungli dan pemalakan di tempat kejadian bahkan korban sering melakukan pemalakan menggunakan senjata tajam.

Usai melakukan penembakan, sopir truk langsung tancap menuju Indralaya Ogan Ilir.

Lalu siapa penembaknya? Tak lama berselang, korban penembakan di Jalan Soekarno Hatta tersebut dilakukan oleh seorang polisi. Karena menurut Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah saat dikonfirmasi oleh awak media, hal itu diketahui pada saat seorang polisi berpangkat Brigadir berinisial IP mendatangi SPKT Polresta Palembang untuk menyerahkan diri.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi membenarkan ada seorang anggota polisi dari Polres OKI Brigadir IP menyerahkan diri ke Polresta Palembang pada Senin (22/7/2019) itu juga.

Menurutnya Brigadir IP terpaksa menembak Ridwan lantaran saat melintas di tempat kejadian dirinya merasa terancam dan setelah terjadi penembakan Brigadir IP sempat lari ke pos polisi di simpang empat lampu merah Macan Lindungan. Dan pada saat ini Brigadir IP lagi tahap penyidikan guna mengetahui apa motifnya,” tandas Kapolresta.

 

Laporan          : Yudi

Editor/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here