Merapi Bercahaya Debu, BPD, dan Karang Taruna se-Merapi Barat Bertindak

59

Sumateranews.co.id, LAHAT- Setelah melayangkan surat melalui aksi damai beberapa hari yang lalu (10/9/2019) ke PT. Muara Alam Sejahtera sebagai tindak lanjut Stop Polusi Debu Batubara di Merapi Barat,  terlihat hari ini Forum Rembuk Merapi Barat  yang merupakan gabungan Forum Badan Permusyawaratan Desa se-Kecamatan Merapi Barat dan Forum Karang Taruna se-Kecamatan Merapi Barat memasang spanduk di setiap titik yang rawan debu.

Spanduk sebagai edukasi untuk semua masyarakat apa yang menjadi hak masyarakat dan kewajiban perusahaan.

‘’Hari in Jumat (13/9/2019) dan lusa kami akan melayangkan surat teguran ke seluruh perusahaan batubara yang ada di Merapi Barat agar mereka memperhatikan kewajibannya seperti yang dituangkan dalam surat Gubernur Sumatera Selatan nomor : 540/7359/DESDM/2018 perihal Angkutan Batubara,  Surat Kepala Dinas ESDM Provinsi Sumatera Selatan Nomor : 540/1419/DESDM/IV-2/2018 perihal Angkutan Batubara,  Surat Edaran Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lahat Nomor : 551.11/732/HUB/2019 tentang imbauan kepada seluruh perusahaan batubara untuk terwujudnya  keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran, dan kenyamanan pengguna jalan,’’ ujar Ahmad Tarmisi Arsal selaku Ketua Forum BPD Semerapi Barat.

‘’Akan kami berikan waktu selama 3 hari,  apabila dalam waktu 3 hari teguran itu tidak dilaksanakan akan kami adakan pengecekan secara langsung ke lapangan untuk melaksanakan fungsi kontrol kami. Akan kita pastikan perusahaan sudah melaksanakan kewajibannya,’’ ujar Ketua BPD Desa Ulak Pandan ini menambahkan.

Senada yang disampaikan Indra BPD Desa Telatang dan Edi Saputra Karang Taruna Desa Muara Maung. ‘’Kami sudah resah,  dampak debu batu bara sudah sangat merugikan masyarakat.  Lihatlah sendiri kalau kalian melintas ke Merapi Barat,  sepanjang jalan, rumah-rumah di pinggir jalan sudah kotor,  belum lagi tempat ibadah. Yang lebih para lagi tempat-tempat fasilitas pendidikan,  di situ ada generasi penerus kita,  mereka punya hak untuk sehat, belum lagi tidak tertibnya armada angkutan batu bara yang terkesan sangat tidak beretika. Belum pukul 18.00 WIB mereka sudah turun ke jalan sehingga membuat kemacetan dan jelas merugikan pengguna jalan,’’ tuturnya.

Sementara Evan Yusup selaku perwakilan Pemuda menyampaikan akan mendorong semua pihak terutama Forum Kepala Desa se-Kecamatan Merapi Barat,  Forum Badan Permusyawaratan Desa se-Kecamatan Merapi Barat serta Forum Karang Taruna se-Kecamatan Merapi Barat untuk membuat kesepakatan bersama untuk mencegah polusi debu batubara dan meminta seluruh perusahaan agar memperhatikan dan melaksanakan kewajibannya sesuai surat edaran pemerintah. ‘’Dan kami akan layangkan juga surat ke DPRD khususnya DPRD Dapil 2  dan Dishub Kab. Lahat sebagai wujud penyampaian aspirasi dan menuntut tidak berjalannya fungsi dan kinerja dewan dan Dishub Kabupaten Lahat,’’ tandasnya.

Laporan          : Novita/Idham/Ril

Editor/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here