Menurun, Lakalantas Selama 2017 Hanya 26 Kasus

0
227
Tampak bangkai sejumlah kendaraan mobil jenis mini bus di halaman Satlantas Polres Prabumulih, yang ringsek dan rusak parah akibat mengalami kecelakaan lalu lintas.

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Angka kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah kota Prabumulih selama tahun 2017 ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Dari data Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Prabumulih, tercatat hanya sebanyak 26 kasus lakalantas. Sementara pada tahun 2016 lalu tercatat 34 kasus.

“Terjadi penurunan kasus lakalantas yang terjadi selama tahun ini yakni 26 kasus, jika dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 34 kasus lakalantas dengan kerugian materi mencapai Rp 322.500.000,” ungkap Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE MM melalui Kasatlantas, AKP Novrizal SH keapda awak media, Kamis (28/12) siang.

Penurunan angka kasus lakalantas itu dijelaskan Novrizal, dikarenakan pihaknya terus menggelar operasi dan razia rutin terhadap kelengkapan administrasi dan surat menyurat kendaraan. Disamping juga mulai tingginya kesadaran pengguna jalan dalam berkendara baik kendaraan mobil maupun sepeda motor, menjadi factor lain penyebab turunnya angka kasus lakalantas di wilayah Prabumulih.

Novrizal menjelaskan, sebanyak 26 kasus lakalantas yang terjadi sampai sekarang diantaranya menyebabkan sebanyak 17 orang meninggal dunia, luka berat (luber) 11 orang, dan 18 orang luka ringan, serta 8 kasus tabrak lari. “Semua korban meninggal dunia ini didominasi usia produktif antara 16 sampai 30 tahun. Ini membuktikan pengendara usia produktif emosionalnya tinggi, kurang hati-hati dan tidak mematuhi aturan lalu lintas,” ujar Kasatlantas.

“Dengan kerugian materi mencapai Rp 75.500.000, selama setahun ini,” tambah Novrizal lagi.

Untuk terus menekan terjadinya lakalantas, kembali dikatakan Novrizal, pihaknya akan gencar melakukan giat operasi kepada pengendara kendaraan bermotor. Khususnya bagi pengendara yang berusia produktif. Mengingat potensi kecelakaan lali lintas masih didominasi oleh kalangan remaja usia produktif. Tujuan operasi ini lebih kepada peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat atas berkendara di jalan raya dengan aman

“Kita akan bentuk pola penindakan bagi pelanggar. Khususnya pangendara yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas berat. Pelanggaran ringan diberi teguran atau diberi surat pernyataan untuk memberi efek jera,” tukasnya.

Laporan : AD

Editor     : Donny