Menuju New Normal, Pemkab OKI Tambah Jam Kerja ASN

86
Menuju tatanan kehidupan baru atau new normal, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan mulai melakukan kajian ulang tentang berbagai peraturan.

Sumateranews.co.id, KAYUAGUNG – Menuju tatanan kehidupan baru atau new normal, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan mulai melakukan kajian ulang tentang berbagai peraturan. Setelah sebelumnya dibukanya kembali tempat-tempat ibadah, kini peraturan lainnya seperti jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) juga bidang pendidikan mulai dikaji ulang.

Bupati OKI, H Iskandar, SE mengungkapkan sekaligus mengajak masyarakat untuk kembali bangkit mulai melakukan aktifitas kesehariannya dalam menuju penerapan New Normal namun tetap memperhatikan protokol pencegahan Covid-19.

“Perlu diketahui saat ini kita sudah menuju era new normal, maka kepada seluruh masyarakat OKI ayo kembali beraktivitas sebagaimana layaknya,” ungkap Iskandar, Sabtu (6/6/2020).

Lebih lanjut dikatakannya, untuk jam kerja ASN kembali kita kaji ulang dan setelah dikaji bersama, kita menetapkan perubahan jam kerja untuk seluruh ASN di Bumi Bende Seguguk yang sebelumnya jam kerja hingga pukul 12.00 WIB diubah menjadi 14.00 WIB dengan beberapa ketentuan.

“Untuk jam kerja seluruh ASN yang sebelumnya jam kerja hanya sampai jam 12.00 siang, mulai senin besok jam operasional akan ditambah hingga jam 14.00,” tuturnya.

Ditambahkannya, karena akan diberlakukan penerapan new normal maka jam kerja ASN ditambah dua jam dari sebelumnya, bahkan jika keadaan memungkingkan akan ditambah hingga pukul 16.00 WIB, kembali seperti biasa sebelum ada pandemi Corona.

“Seluruh pelayanan masyarakat telah dibuka seperti semula, dan sangat diprioritaskan, nanti setelah melewati jam 14.00 masih terdapat perwakilan petugas yang akan tetap melayani masyarakat,” jelasnya.

Mengenai bidang pendidikan, hingga kini pelaksaan belajar dari rumah masing-masing masih terus berlangsung.

“Dalam surat edaran yang pernah dikeluarkan saat itu kan proses pembelajaran bagi pelajar tingkat PAUD, TK, SD, hingga SMP dilakukan di rumah dan masa waktu belajar di rumahnya diperpanjang hingga 13 Juni 2020 mendatang,” ucapnya.

Dilanjutkannya, selagi menunggu tenggat waktu belajar di rumah habis, keputusan selanjutnya dalam bidang pendidikan pun akan disesuaikan dengan petunjuk dari Kementerian Pendidikan Pusat.

“Untuk kurikulum pendidikan kita masih menunggu petunjuk langsung dari menteri pendidikan, jika nanti akan diberikan keluasaan kepada kepala daerah akan kita lakukan pembahasan dengan dinas terkait,” tutupnya.

Laporan : Aliaman III Editor : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here