Menteri PUPR RI Setuju Tanjung Tapa Jadi Lokasi Jembatan Sumsel – Bangka

105

Sumateranews.co.id, KAYUAGUNG- Rencana  pembangunan Jembatan Penghubung Sumsel-Babel kian terang. Sebab Menteri PUPR RI, Basuki Hadi Moeljono menyetujui proyek infrastruktur tersebut.

Kepala Dinas PU PR Kabupaten OKI, Ir H Hafidz MM membenarkan hal tersebut. ”Kalau lihat kajian awal Tanjung Tapa lebih potensial karena jarak tempuh lebih pendek,” ungkapnya, Jumat (19/7/2019).

Usulan tersebut langsung disetujui Menteri PUPR Basoeki Hadimoeldjono. Sebelumnya hangat diwacanakan bahwa lokasi jembatan akan membentang dari Desa Permis Bangka Selatan pada sisi Pulau Bangka dan Kecamatan Tulung Selapan, OKI di sisi Sumsel.

Lokasi tersebut dikabarkan akan bergeser ke Tanjung Tapa, Kecamatan Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Informasi tersebut berdasarkan studi awal oleh tim PUPR Provinsi Bangka Belitung yang  melakulan prakajian Jembatan Bangka-Sumsel.

Dari kajian ini, disiapkan tiga alternatif pasangan lokasi yang mungkin dikembangkan  baik dari sisi Pulau Bangka maupun sisi Pulau Sumatera.

Pertama lokasi di Tanjung Punai, yang berada di antara Kecamatan Muntok dan Desa Kundi ke Juru Taro, Banyu Asin, di sisi pulau Sumatera, dengan panjang rencana Jembatan sekitar 22,6 kilometer.

Titik lokasi kedua, adalah Tanjung Pura, Bangka Tengah, untuk sisi Sumatera adalah di Sungai Batang dengan rencana panjang jembatan 23,1 km. Lokasi ketiga, di Desa Sebagin Bangka Selatan sementara di sisi Pulau Sumatera berhubungan dengan Tanjung Tapa, Air Sugihan Ogan Komering Ilir (OKI) dengan panjang jembatan yang lebih pendek yakni 15,2 km.

Hal tersebut juga sudah dipaparkan Kepala PUPR Provinsi Bangka, Noviar Ishak. “Kajian ini untuk menyusun dokumen prastudi kelayakan sebagai dasar dalam proses kebijakan dan strategi rencana pembangunan jalur penghubung Bangka-Sumatera,” paparnya pada pertemuan Gubernur, Bupati dan Wali Kota se-Sumsel dan Provinsi Bangka dengan Menteri PUPR RI Basoeki Hadimoeldjono, di Kantor Kementerian PUPR RI Jakarta Selatan, pada Kamis (18/7).

Dalam pertemuan tersebut Menteri PU PR RI mengungkapkan, proyek ini potensial untuk dibiayai melalui APBN. “Mari bikin fisibility yang kuat agar kami bisa putuskan ini dibangun.

Banyak daerah lain yang juga minta dibangunkan jembatan, misalnya Batam. Saya dukung penuh, fisibility study-nya harus baik dan kuat. Nanti mulai desain. Bila perlu 13 km lewat laut. Kalau APBD kurang mendingan ditangani APBN.

Sebelumnya, pada pertemuan Juni lalu antara Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Gubernur Bangka Belitung, Bupati Bangka Selatan, dan Bupati OKI, H. Iskandar SE sepakat mengirimkan surat resmi kepada Presiden agar pembangunan jembatan tersebut dapat dijadikan sebagai proyek strategis nasional (PSN).

Laporan          : Aliaman

Editor/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here