Mensos RI Kunker ke Karo, Korban Erupsi Sinabung Tertangani

118
Mensos RI Idrus Marham menyerahkan bantuan kemanusian kepada pengungsi Sinabung yang diterima secara simbolis oleh Bupati Karo Terkelin Brahmana. (foto: sofi)

Sumateranews.co.id, SUMUT- Menteri Sosial Republik Indonesia DR Moh Idrus Marham Msc mengunjungi Kabupaten Karo Sumatera Utara, Jumat (23/2).
Kunjungan di Desa Ndokum Siroga Kecamatan Simpang Empat, merupakan kunjungannya yang pertama ke Karo sejak dilantik menjadi Mensos. Mensos tiba di Desa Ndokum Siroga sekitar pukul 15.30 WIB.
Kedatangan Mensos didampingi beberapa Dirjen Kemensos, Wakil Gubernur Sumut Hj Nurhajizah Marpaung, Bupati Karo Terkelin Brahmana dan juga dari Komnas Perlindungan Anak, Seto serta FKPD Kabupaten Karo.
Kemensos dalam arahannya mengatakan telah menyiapkan dana sebesar Rp 3 miliar lebih sebagai biaya bagi penanganan korban erupsi Gunung Sinabung, di Sumatera Utara. Dana tersebut terdiri dari jaminan hidup dan isi hunian tetap sebesar Rp 2,7 miliar lebih dan bantuan bufferstock logistik sebesar Rp 347,3 juta.

“Ini dari Kemensos saja untuk isi hunian tetap dan juga biaya hidup 455 KK atau 1.506 jiwa korban erupsi Sinabung yang direlokasi secara mandiri,” kata Idrus Marham.

Kunjungannya ke Karo kali ini juga atas perintah Presiden Joko Widodo untuk percepatan penanganan pengungsi gunung Sinabung pasca erupsi 19 Februari lalu. Katanya, perintah Presiden mengatakan bahwa tidak boleh ada satupun warga negara maupun anak bangsa yang tertimpa bencana alam tidak tertangani dengan baik.

Idrus menambahkan tanggap darurat terus dilakukan begitu juga pasca bencana. Masa tanggap darurat ditangani oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sementara Kemensos menangani saat sudah menghuni hunian tetap dengan memberikan isi huntap dan jadup. “Ini tanggung jawab kita, isi huntap sebesar Rp 2 juta untuk setiap rumah berupa peralatan dapur sederhana dan jadup sebesar Rp 10.000 per hari per jiwa selama tiga bulan,” katanya.

Bencana alam adalah tanggung jawab kita bersama. Oleh karena itu dia mengimbau agar supaya seluruh elemen masyarakat bergotong-royong dalam penanganan bencana.

Sementara itu, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Harry Hikmat menegaskan selain memberikan bantuan dana, Kemensos juga menerjunkan Taruna Siaga Bencana untuk membantu pengungsi. Katanya, Kemensos memiliki Penerapan Standar Operasional (protap) setiap terjadi bencana. Protap tersebut merupakan bentuk respons cepat dari pemerintah termasuk pendirian dapur umum di lokasi pengungsian.

“Langkah yang kita ambil sesuai instruksi Bapak Presiden (Presiden Joko Widodo), memastikan siapapun yang kena dampak sebuah bencana, pastikan semua bisa makan. Jangan sampai tidak terurus makannya,” tuturnya.

Selain itu, Kementerian Sosial juga memberikan bantuan Beras Sejahtera dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebesar Rp 25,6 miliar rupiah lebih untuk 6 bulan yang lalu dan 6 bulan yang akan datang.

Dalam laporannya tersebut, ia mengatakan sebelumnya, pemerintah juga telah memberikan bantuan kepada para pengungsi korban erupsi Sinabung sebesar Rp 76,4 miliar lebih sejak tahun 2014. Bantuan tersebut terdiri dari Bantuan Jaminan Hidup sebesar Rp 10,7 miliar lebih. Bantuan isi Hunian Tetap (Huntap) sebesar Rp 3.1 miliar. Bantuan santunan bagi ahli waris korban yang meninggal sebesar Rp 250 juta. Bantuan Buffer Stock berupa bantuan makanan, keperluan keluarga, tenda sebesar Rp 6,1 miliar. Bantuan Beras sebesar Rp 5,06 miliar.

Sedangkan untuk bantuan sosial lainnya seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), paket sembako dan program penanggulangan bencana sosial sebesar Rp 51,19 milliar.

Bupati Karo Terkelin Brahmana mengucapkan terima kasih atas kunjungan Mensos beserta rombongan. Katanya, erupsi dahsyat beberapa hari yang lalu sudah disampaikan kepada BNPB. “Kiranya bencana cepat usai, masyarakat pun dapat kembali menjalankan aktivitasnya seperti sedia kala,” katanya.

Seperti diketahui, Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) kembali meletus Senin (19/2). Gunung Sinabung mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu 5 kilometer.
Petugas Pos Pengamat Gunung Sinabung, Umar Rosadi, mengatakan erupsi terjadi pukul 08.56 WIB, Senin (19/2/2018). Selain erupsi, terjadi awan panas guguran. Abu Vulkanik ini menggelapkan 5 kecamatan, mengurangi jarak pandang menjadi hanya 5 meter. Selain Abu Vulkanik, letusan juga meluncurkan awan panas sejauh 4.900 meter ke arah Selatan-Tenggara dan 3.500 meter ke arah Tenggara-Timur.

Laporan : Sofya
Editor/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here