Menpora Saksikan Kegagalan Sepak Takraw Indonesia

0
439

Sumateranews.co.id, PALEMBANG – Disaksikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrowi, tim sepak takraw ganda putra Indonesia harus rela memberikan jalan tim Laos PDR melaju ke final.

Bermain di Jakabaring Sport City (JSC), Ranau Hall, Jumat (24/8), Laos PDR masih terlihat begitu tangguh bagi atlet Indonesia dan dipaksa menyerah dengan dua set langsung. Atlet Laos PDR juga sepertinya tidak terlalu terganggu dengan teriakan ratusan suporter Indonesia yang terus berteriak dan bernyanyi.

Walaupun kalah, Menpora tampak tidak memperlihatkan raut wajah kecewa, dan tetap memberikan dukungan semangat kepada seluruh atlet yang sudah berjuang.

“Semua pihak harus menghargai seluruh perjuangan yang telah dilakukan para atlet. Mereka tentunya tidak ingin kalah dengan negara lain dan ingin menjadi juara. Tetapi, itulah permainan (pertandingan), yang penting usaha mereka kita hargai. Usaha mereka harus tetap disemangati,” ujarnya.

Menpora juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh suporter yang tidak henti-hentinya bernyanyi untuk memberi semangat kepada atlet yang sedang bertanding.

“Saya juga harus berterima kasih kepada seluruh atlet, official sepak takraw Indonesia, dan tentunya kepada semua pihak yang mendukung pertandingan tadi. Itu luar biasa,” lanjutnya dan menekankan jika masih ada kesempatan di hari esok, kalau memang hari ini mereka belum berhasil masuk final.

Terkait kekalahan tim ganda putra sepak takraw Indonesia, Menpora mengingatkan kepada semua atlet agar terus berjuang dan memberikan prestasi terbaik bagi Indonesia.

“Hal ini juga menjadi kabar bagi atlet cabang olahraga yang lain, bahwa jangan pernah patah arang, jangan sampai seinchi pun mundur dari semangat untuk meraih kemenangan. Karena ini adalah sejarah yang harus kita buktikan bersama-sama,” tegasnya.

Terkait antusiasme pendukung di Jakarta dan Palembang, Menpora tidak henti-hentinya memberi apresiasi baik suporter di Jakarta atau Palembang. Baginya, keduanya sama antusiasmenya.

“Saya pikir kita tidak bisa membeda-bedakan antara Jakarta dan Palembang karena semuanya satu dan dalam koordinasi yang sangat baik. Dukungan dari suporter pun luar biasa, sangat spektakuler,” tambahnya.
Disinggung tentang bonus bagi atlet berprestasi, Imam kembali mengajak kepada semua pihak yang peduli terhadap olahraga Indonesia, agar turut membantu pemerintah dalam memberikan bonus kepada para atlet.

“Atlet yang berprestasi jangan mengkhawatirkan soal bonus. Pemerintah pasti akan memberikan bonus kepada seluruh (atlet) peraih medali. Dan, tentu itu menjadi kesempatan bagi para pengusaha, dermawan, atau siapa pun yang berkelebihan dana untuk memberikan bonus kepada para pejuang (atlet) negeri ini,” pungkasnya seraya tersenyum.

Untuk diketahui, tim sepak takraw ganda putra Indonesia harus mengubur mimpinya untuk meraih medali emas, setelah berhasil ditundukkan oleh tim kuat Laos PDR. Meski sudah berusaha memberikan perlawanan, namun atlet Laos PDR terlihat begitu dominan baik dalam penyerangan maupun pertahanan.

Indonesia masih memiliki kesempatan untuk merebut medali perunggu, dengan syarat harus mengalahkan tim Jepang yang dalam waktu bersamaan, juga mengalami kekalahan dari tim Thailand.

Laporan          : Irfan
Editor/Posting : Imam Ghazali