MENENTUKAN PELUANG DAN MEMILIH LAPANGAN USAHA

6379

Penulis : Mujiyati, SE, M.Si
Dosen Poltekkes Palembang Jurusan Keperawatan Gigi

Peluang usaha bersumber dari adanya kebutuhan dari individu atau masyarakat. Oleh sebab itu jika ingin mulai mewujudkan berwirausaha, hendaknya terlebih dahulu menjawab pertayaan ini : Apakah yang menjadi kebutuhan masyarakat atau kebanyakan anggota masyarakat saat ini atau masa yang akan datang?’. Untuk memahami kebutuhan masyarakat diperlukan suatu diagnosa terhadap lingkungan usaha secara keseluruhan, yang meliputi faktor ekonomi, politik, pasar, persaingan, pemasok, teknologi, sosial dan geografi. Lingkungan usaha senantiasa berubah setiap saat, bahkan perubahannya cukup pesat dan sering terjadi perubahan kebutuhan masyarakat. Untuk menemukan peluang usaha yang prospektif seharusnya kita sebagai wirausahawan senantiasa mencari informasi yang terkait dengan perubahan lingkungan dan kebutuhan masyarakat. Sumber informasi dapat diperoleh dari instansi atau lembaga pemerintah, media massa, pasar atau mungkin melalui wawancara dengan konsumen. Jadi, peluang senantiasa ada karena perubahan-perubahan yang terus berlangsung baik ditingkat individu, maupun ditingkat masyarakat. Keampuan kita melihat peluang sangat tergantung dari informasi yang kita peroleh.

Berangkat dari pertanyaan di atas dengan memanfaatkan potensi diri kita, maka dalam menemukan peluang usaha yang cocok, kita dapat menggunakan dua pendekatan, yaitu : pertama, pendekatan in-side-out (dari dalam ke luar) bahwa keberhasilan akan dapat diraih dengan memenuhi kebutuhan yang ada saat ini, Dan yang kedua pendekatan out-side-in (dari luar ke dalam) bahwa keberhasilan akan dapat diraih dengan menciptakan kebutuhan.
Dalam memilih lapangan usaha, hal perlu diketahui adalah faham usaha apa yang akan kita ambil. Setelah mengetahui kebutuhan masyarakat dan menemukan berbagai lapangan usaha dan gagasan usaha, maka langkah berikutnya adalah menjawab pertanyaan “Manakah diantara lapangan usaha dan gagasan-gagasan usaha tersebut yang paling tepat dan cocok untuk saya ?”. Pertanyaan ini sangat tepat, mengingat setiap orang memiliki potensi diri yang berbeda-beda. Tentunya dalam memilih lapangan usaha dan mengembangkan gagasan usaha, kita perlu menyesuiakan dengan potensi diri yang kita miliki. Kekeliruan dalam memilih yang disebabkan karena ketidakcocokan atau ketidaksesuaian pada akhirnya akan mendatangkan kesulitan atau bahkan kegagalan di kemudian hari.

Telah banyak fakta yang dapat dikemukanan, bahwa masih banyak wirausahawan yang memulai usahanya dengan melihat keberhasilan orang lain dalam menjalankan usahanya. Padahal belum tentu orang orang lain berhasil dalam suatu lapangan usaha, kita juga dapat berhasil dengan lapangan usaha yang sama. Mungkin saja orang lain berhasil karena potensi dirinya cocok dengan lapangan usaha tersebut dan kemampuan usaha dia untuk mengakses informasi terkait dengan usaha yang dijalankannya. Bisa saja kita mengikuti orang yang telah berhasil dalam suatu lapangan usaha, namun kita perlu memiliki nilai lebih dari aspek kualitas yang kita tawarkan kepada konsumen. Namun kemampuan menawarkan aspek kualitas yang lebih tetap juga terkait dengan potensi diri yang kita miliki. Dalam memiliki lapangan usaha yang akan kita geluti, perlu dipertimbangkan. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan antara lain:

(a) lapangan usaha yang cocok untuk orang lain belum tentu cocok untuk kita.

(b) Lapangan usaha masa lalu menguntungkan, belum tentu saat ini masih menguntungkan. Atau lapangan usaha yang menguntungkan saat ini belum tentu menguntungkan di masa yang akan datang.

(c) Lapangan usaha yang berkembang baik di suatu daerah, belum tentu dapat berkembang dengan baik didaerah lain, begitupun sebaliknya.

(d) Berangkat dari pertimbangan-pertimbangan tersebut, maka dalam memilih lapangan usaha, kita perlu kembali melihat dan mengkaji kondisi internal kita dan kondisi ekternal usaha yang kita jalani, karena faktor internal dan erkternal ini akan sangat menentukan kesuksesan kita dalam menjalankan usaha. Faktor internal yang dimaksud seperti penguasaan sumberdaya (lahan, bangunan, peralatan, dan finasial), penguasaan teknis atau keterampilan, penguasaan manajemen dan jejaring sosial yang kita miliki. Sedangkan faktor eksternal seperti peraturan-peraturan pemerintah, tingkat permintaan dan penawaran, persaingan, resiko, dan prospek ekonomi baik lokal, regional, nasional maupun global.

Merencanakan produksi merupakan salah satu tantangan bagi seorang wirausaha diperlukan ketegasan dalam merencanakan. Hal ini sangat penting karena ketegasan seorang wirausaha akan menentukan kemampuan dirinya untuk mencapai cita-citanya secara smart.
Seorang wirausaha sangat memerlukan kemampuan komunikasi. Komunikasi merupakan dasar bagi seorang wirausaha untuk menyampaikan pesan, mendekati pelangggan, memimpin karyawan dan memotivasi. Seorang wirausaha sekalipun memiliki produk unggulan, konsep layanan prima dan gagasan-gagasan kreatif, tetapi tidak dikomunikasikan kepada orang lain, maka hal tersebut menjadi tidak berguna. Menurut Ilik (2011), komunikasi menjadi salah satu elemen terpenting dalam menjalankan kewirausahaan, Hal tersebut dikarenakan seorang wirausaha adalah seorang leader dan seorang leader mutlak harus mampu mendirect bawahannya untuk mencapai tujuan organisasi. Komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seorang kepada orang lain untuk memberitahu atau merubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik langsung secara lisan maupun tidak langsung melalui media; proses penyampaian bentuk interaksi gagasan kepada orang lain dan penciptaan arti terhadap gagasan atau ide yang disampaikan, baik sengaja maupun tidak sengaja.

Dalam kehidupan sehari hari aktivitas wirausaha yang tidak terlepas dari sikap kepemimpinan bahkan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Kepemimpinan dan kewirausahaan adalah kemampuan diri seseorang dalam menentukan dan mengevaluasi peluang-peluang yang ada dengan mengelola sumber daya yang tersedia. Arti dari kepemimpinan itu sendiri adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain sehinggga orang tersebut mau melakukan kehendaknya. Pemimpin meskipun secara pribadi hal ini mungkin tidak disenangi. Sukses tidaknya dalam mencapai tujuan organisasi tergantung kepada kemampuan pimpinan dalam mempengaruhi bawahannya dalam mengajak dan meyakinkan mereka, sehingga para bawahannya ikut berpartisipasi terhadap apa yang telah dianjurkan dengan penuh semangat.
Dalam menjalankan peran sebagai pemimpin, maka seorang wirausaha dapat memposisikan sebagai rekan kerja sehingga terjalin hubungan yang baik antara karyawan dengan para pimpinan.

Hubungan baik menjaga semangat kerja atau motivasi berpengaruh dalam kinerjanya. Untuk berwirausaha, inovasi dan kreatifitas adalah hal yang perlu dimiliki dan dikembangkan dalam diri wirausaha demi perkembangan dan kesuksesan sebuah usaha. Keduanya seringkali dipandang hampir serupa. Inovasi dan kretifitas adalah inti dari kewirausahaan. Pada dasarnya sebuah inovasi dalam berusaha adalah kemampuan untuk menerapkan solusi kreatif terhadap masalah dan peluang untuk meningkatkan atau untuk memperbaiki kinerja usaha. Sedangkan kreatifitas dapat dipandang sebagai kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara baru dalam melihat masalah dan peluang. Kemampuan yang dihasilkan oleh kreatifias merupakan kemampuan dalam membuat sesuatu menjadi baru dalam keberadaannya dan pembentukan ide-ide baru yang original dan tidak biasa atau unik. Pola pikir orang kreatif adalah berfikir out of the box, serta memiliki pikiran yang terbuka dan bebas untuk mendekati sesuatu dengan cara baru.

Sedangkan, inovasi adalah mengiplementasikan kreatifitas terhadap sesuatu menjadi satu kombinasi yang menghasilkan. Dalam sejarah panjang wirausaha sukses menunjukkan bahawa kemampuan mengembangkan perusahan dan bisnis berawal dari kemampuan memahami konsumen. Kepuaasan terletak pada usaha, bukan pada hasil. Berusaha dengan keras adalah kemenangan yang hikiki (Mahatma Ghandi)

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here