Mencengangkan! Kelurahan Cereme Taba di Lubuklinggau Termiskin se Indonesia

0
531

Terungkap di Reses I DPRD Kota Lubuklinggau

LUBUKLINGGAU – Sungguh ironis, Kelurahan Cereme Taba, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau termasuk kelurahan termiskin se-Indonesia.

Hal itu terungkap dalam Reses I Anggota DPRD Kota Lubuklinggau Tahun 2022, Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kecamatan Lubuklinggau Timur I dan Kecamatan Lubuklinggau Timur II, pada Kamis, 31 Maret 2022.

Hadir dalam reses yang diketuai anggota DPRD Kota Lubuklinggau Sutrisno Amin ini, yakni Lurah Cereme Taba Rio Juniansyah, seluruh RT se Kelurahan Cereme Taba, Kelurahan Taba Koji, dan Taba Jemekeh.

Lurah Cereme Taba, Rio Juniansyah pada kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada Sutrisno Amin CS, yang mau menerima keluhan dan aspirasi masyarakat. Termasuk soal unek unek tentang pembangunan di kelurahanya. “Kelurahan kami, Cereme Taba termiskin se Indonesia,” ucap Lurah.

Bahkan, masalah infrastruktur, lanjut Lurah Rio, kalau musim hujan sering terjadi banjir dan jalan banyak yang rusak. “Mungkin banyak aspirasi untuk diusulkan pada anggota DPRD Sutrisno Amin,” sarannya, kepada warga yang hadir.

Sementara, Sutrisno Amin mengatakan, pihaknya selaku wakil rakyat mempunyai kewajiban turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi. “Kali ini, saya mengawali dari Cereme Taba, Taba Koji dan Taba Jemekeh. Selanjutnya ke kelurahan lainnya,” jelasnya.

Menurut Sutrisno Amin, dengan keterbatasan dana Kota Lubuklinggau, pada 2021 Pemkot masih memiliki hutang sehingga banyak kegiatan belum terlaksana.

“Pemkot melakukan pemulihan dampak covid, meminjam dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 125 miliar, itu dibayar 5 tahun. Maka setiap tahun bayar 25 miliar plus bunga. Bila Nansuko berakhir, meninggalkan hutangnya.

Kita berharap Nan Suko melakukan gebrakan untuk meningkatkan APBD. Salah satunya, Zona nilai tanah,” jelasnya.

Dikatakannya, anggaran riil APBD Kota Lubuklinggau hampir 900 miliar, 46 persennya untuk tenaga kerja, sisanya untuk kegiatan pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur.

“Kedepan, saya optimis kedepannya APBD kita bisa mencapai 1 triliun, dengan regulasi regulasi yang dimiliki Pemkot,” terangnya.

Sutrisno Amin pun mengaku heran, saat mengetahui permasalahan Kelurahan Cereme Taba termasuk Kelurahan termiskin se-Indonesia. Hal itu, ia sampaikan menjadi tugas berat Lurah Cereme Taba dalam mengatasinya.

“Kami dari Dewan akan melaporkan ke pimpinan untuk dibahas untuk mengentaskannya,” imbuhnya.

Masih dikatakannya, sebutan termiskin tersebut, apakah salah data atau memang benar benar miskin atau pura pura miskin.

“Saya akan minta update data ke Dinsos. Kalau memang benar benar miskin, kita akan melakukan upaya mengentaskannya kemiskinan tersebut,” tandasnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Ketua Rt 09 Kelurahan Cereme Taba, Rif’at Ahmad, saat dimintai komentarnya mengatakan, seharusnya pihak Dinas Sosial meminimalisir dan membentuk tim terkait kemiskinan itu, untuk turun kelapangan dan mengkroscek ke warga-warga apakah benar Kelurahan Cereme Taba ini termiskin se-Indonesia.

Ia juga meminta kepada Dinsos untuk membentuk tim dan turun kelapangan. “Agar melihat warga kelurahan Cereme Taba, apa benar kelurahan Cereme Taba ini termiskin se-Indonesia. Karna selama ini pihak Dinas Sosial tidak pernah turun kelapangan,” ungkap Rif’at. (SMSI Silampari)

Editor: Donni