Melepas Lelah Setelah Melakukan Kunjungan Kerja, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit Seruput Kopi di Warung Pinggir Jalan

540
WAGUB SUMBAR NGOPI: Ditengah padatnya kegiatan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Drs. H. Nasrul Abit Datuak Malintang Panai, dirinya masih menyempatkan mampir ke sebuah warung kopi untuk sekedar melepas lelah sambil menyerumput segelas kopi, usai melakukan kunjungan ke Kabupaten Dharmasraya.

Sumateranews.co.id, SOLOK – Ditengah padatnya kegiatan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Drs. H. Nasrul Abit Datuak Malintang Panai, dirinya masih menyempatkan mampir ke sebuah warung kopi untuk sekedar melepas lelah sambil menyerumput segelas kopi, usai melakukan kunjungan ke Kabupaten Dharmasraya.

Hal itu terlihat saat Wakil Gubernur Sumbar ini mampir dan menikmati kopi panas di salah satu warung kopi “Sanjai Rahmat” yang terletak di Bukit Subang, Lubuk Selasih, Kabupaten Solok bersama sopir, ajudan dan tim humas setda Sumbar. Dikatakan Nasrul, dengan menyeruput (minum) kopi bisa menghilangkan rasa penat dan lelah.

“Dulu masyarakat Minang sering melakukan minum kopi di warung untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat sekitarnya, banyak hal cerita yang tersampaikan di warung kopi,” kata mantan Bupati Pesisir Selatan, Sumatera Barat dua periode ini, yaitu 2005-2015.

Dari pantauan, selain menikmati minum kopi Nasrul Abit juga menyicipi kue bikinan masyarakat setempat, salah satunya kue AH. Dengan lahap kue tersebut dihabisinya seketika.

“Kue ini enak rasanya, sudah jarang sekali saya melihat dan memakannya, di Padang tidak ada yang jual, ini betul-betul enak,” ujarnya, usai menyantap kue tersebut.

“Kopi nikmat, kuepun enak, coba Nov pasti ketagihan,” ajak Wagub pada penulis.

Dalam pembicaraan dengan penulis, Wagub berharap pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), seperti para pedagang ini yang perlu ditingkatkan. Bahkan dirinya berharap sejumlah pelaku usaha sejenis dapat membentuk koperasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui UKM.

“Selama ini terbukti, perekonomian Sumbar itu lebih banyak di UKM, karena industri besar minim di Sumbar,” sebutnya.

“Apalagi saat ini berbagai usaha baru terus tumbuh, mulai dari produksi rumahan sampai dengan para pedagang yang berjualan, dengan pertumbuhan itu keinginan masyarakat untuk meningkatkan perekonomian mereka bisa tercapai, untuk sebagai Pemerintah selaku fasilitator tetap melakukan pengawasan,” jelas Wagub.

Disela perbincangan terlihat pengunjung menyapa Wagub Sumbar yang juga memberikan pandangan, “seperti inilah yang dinanti oleh masyarakat Pak Wagub, seorang pemimpin yang bisa merakyat dan mengerti dengan masalah rakyatnya” ujar pengunjung bernama Agus ini.

Tak hanya itu, di sela-sela perbincangan, Agus dan pemilik warung tanpa sungkan banyak bertanya dan saling tukar pendapat, mulai dari ekonomi masyarakat sampai dengan adat dan budaya minangkabau.

Tanpa basa-basi dalam kesempatan itu, mereka gunakan untuk menyampaikan harapannya kepada Nasrul Abit. Diantaranya berharap menjadikan Sumatera Barat bisa lebih mensejahterakan masyarakat lagi.

Agus mengaku, sosok Nasrul Abit dinilai mumpuni memimpin Sumbar sebagai Gubernur Sumbar nantinya, untuk mengatasi dan menyelesaikan permasalahan serta memajukan Sumbar ke depannya.

“Bapak Nasrul Abit adalah salah satu contoh pemimpin yang amanah yang berani melawan segala bentuk masalah sosial di Sumbar, seperti narkoba dan LGBT,” ucap Agus.

Setelah berbincang panjang lebar, Agus pun meminta izin pamit untuk melanjutkan perjalanannya menuju Padang.

Disini sosok bijak dan mengedepankan pendapat musyawarah ditunjukkan Nasrul Abit, saat dirinya meminta pendapat dari penulis bagaimana menyikapi kejadian barusan. Penulispun menjawab, kejadian tersebut merupakan salah satu contoh bahwa warung kopi bisa dijadikan tempat menyampaikan keluhan-keluhan yang disampaikan warga secara langsung dengan penuh kekeluargaan tanpa ada batasan tertentu, bahkan, suasananya pun tercipta lebih akrab.

“Berbincang dengan warga di warung kopi itu sangat penting dan tidak bisa dianggap sepele, karena dari perbincangan tersebut kita bisa tahu apa yang dirasakan saudara kita dan banyak harapan dari pemerintah,” jawab penulis.

Pertanyaan itu pun terjawab, Nasrul Abit pun berkeinginan akan lebih sering nongkrong di warung kopi kalau ada waktu senggangnya. Mendengar itu penulispun meminta agar Nasrul Abit tidak lupa mengajak penulis.

Mendengar pernyataan tersebut, rombonganpun tertawa lepas bersama, sembarai pembicaraan terus dilanjutkan. “Dengan secangkir kopi ini, kami bisa merasakan lebih dekat dengan masyarakat,” imbuhnya.

Setelah hampir setengah jam bercengkrama sambil menghabiskan nikmatnya kopi, para rombongan pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Padang. Diakhir pembicaraan, Wagub kembali meminta kepada pemilik warung untuk membungkus kue AH untuk oleh-oleh buat keluarga di Padang.

Laporan : Can

Editor     : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here