Mediasi Sengketa Lahan Warga dengan PT GPU Deadlock, Warga Akan Portal Jalan Holling Road Tambang

50
Mediasi sengketa lahan antara masyarakat Desa BM II Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Muratara dengan Perusahaan PT. Gorby Putra Utama (PT. GPU) yang difasilitasi Pemkab Musi Rawas Utara (Muratara) masih tidak menemui titik temu.

Sumateranews.co.id, MURATARA – Mediasi sengketa lahan antara masyarakat Desa BM II Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Muratara dengan Perusahaan PT. Gorby Putra Utama (PT. GPU) yang difasilitasi Pemkab Musi Rawas Utara (Muratara) masih tidak menemui titik temu. Akibatnya masyarakat berencana akan melakukan pemasangan Portal kembali jalan Holling Road.

Rencana masyarakat ini diungkapkan usai melakukan mediasi yang dipimpin Asisten I Pemkab Muratara, Susianto Tunut, Selasa (14/1/2020).

Terungkap dalam pertemuan tersebut pembahasan persoalan lahan milik Suardi yang merupakan orang tua kandung dari Mulyadi yang diduga dipakai pihak perusahaan untuk jalan hauling road PT. Gorby Putra Utama.

“Karena pihak PT. Gorby masih bertahan pada alibinya, dan solusi yang kita tawarkan jika memang PT. Gorby merasa itu lahannya kita ajak untuk ukur ulang tetapi mereka menolak dan ini menjadi pertanyaan bagi kita,” kata pemilik lahan Mulyadi melalui Penasehat Hukumnya Edwar Antoni kepada Wartawan usai mediasi.

Menurut pengacara kondang di bumi Silampari yang biasa disapa Edo ini mengatakan, dalam pertemuan itu sebenarnya pihaknya mencari solusi yang terbaik, untuk itu kliennya mempertahankan hak pribadinya sebagai warga Negara Indonesia yang diatur pada pasal 28 huruf g tentang hak privasi.

Edo menjelaskan, permasalahan sebenarnya sepeleh jika PT. Gorby berpikir bahwa ini adalah hak individu yang harus dihormati sebagaimana yang diatur oleh UU Negara Republik Indonesia yang tidak ada undang-undang yang lebih tinggi selain UU 1945, padal pasal 28 huruf g itu menjelaskan tentang hak privasi.

“Dan juga melanggar pasal 385 KUHP tentang melewati tanah orang tanpa izin nah ini pokok permasalannya,” tegasnya.

Dia katakan, selesai pertemuan mediasi itu pihaknya akan kembali melakukan pemortalan di lokasi tersebut menyusul tidak adanya itikad baik dari pihak perusahaan.

“Tentunya kita akan kembali melakukan Pemortalan karena tidak ada itikad baik dari PT.Gorby,” Ungkapnya.

Menurut Edo, sebagai pemilik lahan yang sah dan sudah memberikan kebijaksanaan dan kemudahan kepada pihak perusahaan untuk menggunakan lahan milik kliennya tersebut sebagai jalan untuk mengangkut hasil tambang batubara.

“Tapi kenyataannya janji-janji yang ditawarkan secara lisan oleh pihak perusahaan kepada kliennya, pada saat rapat hanyalah omong kosong belaka dan lebih parahnya lagi tanpa ada pemberitahuan, pihak perusahaan membiarkan perusahaan-perusahaan lain untuk mengangkut hasil tambang melewati dan melalui jalan di lahan milik klien kami,” sambung Edo.

Sementara Pihak PT. Gorby melalui Legalnya Gabril mengatakan mediasi yang difasilitasi oleh pihak Pemda Kabupaten Muratara tidak menemui titik terang dan ia tetap berprinsip bahwa pihaknya sudah menganti rugi terhadap saudara Suwardi orang tua kandung dari Mulyadi dan sudah dinyatakan clear.

Menurut Gabril, mengenai tuntutan dari pihak Suwardi orang tua dari Mulyadi yang minta agar lahan itu diganti, sudah tentu tidak dapat penuhi, karena pihaknya berprinsip bahwa itu sudah selesai. Dirinya juga mempersilahkan pihak Suwardi untuk menutut di pengadilan jika merasa tidak puas.

“Silakan tuntut ke Pengadilan dan kalau itu harus ada pengukuran ulang serahkan hasil keputusan dari pengadilan atau pemeriksaan setempat dan gunakanlah langkah hukum. Jadi jangan sedikit-dikit diportal dan itu tidak benar seperti itu,” katanya.

Lebih jauh dia menjelaskan, bahwa pihaknya PT. Gorby hanya pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) saja yang punya tanah itu Negara.

“Suatu saat setelah selesai itu akan dikembalikan kepada Negara. Jadi PT. Gorby itu bukan hanya pemegang IUP, tapi yang punya tanah adalah Negara tapi dikelolah oleh PT. Gorby yang punya kredibilitasi Tambang.

“Perlu diketahui bahwa batu bara itu merupakan objek vital setelah minyak dan ini berkaitan dengan masalah di Jawa Timur untuk suplay PLTU di Jawa Timur,” pungkasnya.

Laporan : San

Editor     : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here