Mediasi Sengketa Lahan Warga dengan PT GPU Deadlock, Warga Akan Portal Jalan Holling Road Tambang

31
Mediasi sengketa lahan antara masyarakat Desa BM II Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Muratara dengan Perusahaan PT. Gorby Putra Utama (PT. GPU) yang difasilitasi Pemkab Musi Rawas Utara (Muratara) masih tidak menemui titik temu.

Sumateranews.co.id, MURATARA – Mediasi sengketa lahan antara masyarakat Desa BM II Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Muratara dengan Perusahaan PT. Gorby Putra Utama (PT. GPU) yang difasilitasi Pemkab Musi Rawas Utara (Muratara) masih tidak menemui titik temu. Akibatnya masyarakat berencana akan melakukan pemasangan Portal kembali jalan Holling Road.

Rencana masyarakat
ini diungkapkan usai melakukan mediasi yang dipimpin Asisten I Pemkab Muratara,
Susianto Tunut, Selasa (14/1/2020).

Terungkap dalam
pertemuan tersebut pembahasan persoalan lahan milik Suardi yang merupakan orang
tua kandung dari Mulyadi yang diduga dipakai pihak perusahaan untuk jalan
hauling road PT. Gorby Putra Utama.

“Karena
pihak PT. Gorby masih bertahan pada alibinya, dan solusi yang kita tawarkan
jika memang PT. Gorby merasa itu lahannya kita ajak untuk ukur ulang tetapi mereka
menolak dan ini menjadi pertanyaan bagi kita,” kata pemilik lahan Mulyadi
melalui Penasehat Hukumnya Edwar Antoni kepada Wartawan usai mediasi.

Menurut pengacara
kondang di bumi Silampari yang biasa disapa Edo ini mengatakan, dalam pertemuan
itu sebenarnya pihaknya mencari solusi yang terbaik, untuk itu kliennya mempertahankan
hak pribadinya sebagai warga Negara Indonesia yang diatur pada pasal 28 huruf g
tentang hak privasi.

Edo menjelaskan,
permasalahan sebenarnya sepeleh jika PT. Gorby berpikir bahwa ini adalah hak
individu yang harus dihormati sebagaimana yang diatur oleh UU Negara Republik
Indonesia yang tidak ada undang-undang yang lebih tinggi selain UU 1945, padal
pasal 28 huruf g itu menjelaskan tentang hak privasi.

“Dan juga
melanggar pasal 385 KUHP tentang melewati tanah orang tanpa izin nah ini pokok
permasalannya,” tegasnya.

Dia katakan,
selesai pertemuan mediasi itu pihaknya akan kembali melakukan pemortalan di
lokasi tersebut menyusul tidak adanya itikad baik dari pihak perusahaan.

“Tentunya
kita akan kembali melakukan Pemortalan karena tidak ada itikad baik dari
PT.Gorby,” Ungkapnya.

Menurut Edo,
sebagai pemilik lahan yang sah dan sudah memberikan kebijaksanaan dan
kemudahan kepada pihak perusahaan untuk menggunakan lahan milik kliennya
tersebut sebagai jalan untuk mengangkut hasil tambang batubara.

“Tapi kenyataannya
janji-janji yang ditawarkan secara lisan oleh pihak perusahaan kepada
kliennya, pada saat rapat hanyalah omong kosong belaka dan lebih parahnya lagi
tanpa ada pemberitahuan, pihak perusahaan membiarkan perusahaan-perusahaan lain
untuk mengangkut hasil tambang melewati dan melalui jalan di lahan milik
klien kami,” sambung Edo.

Sementara
Pihak PT. Gorby melalui Legalnya Gabril mengatakan mediasi yang difasilitasi
oleh pihak Pemda Kabupaten Muratara tidak menemui titik terang dan ia tetap
berprinsip bahwa pihaknya sudah menganti rugi terhadap saudara Suwardi orang
tua kandung dari Mulyadi dan sudah dinyatakan clear.

Menurut Gabril,
mengenai tuntutan dari pihak Suwardi orang tua dari Mulyadi yang minta agar
lahan itu diganti, sudah tentu tidak dapat penuhi, karena pihaknya berprinsip
bahwa itu sudah selesai. Dirinya juga mempersilahkan pihak Suwardi untuk
menutut di pengadilan jika merasa tidak puas.

“Silakan
tuntut ke Pengadilan dan kalau itu harus ada pengukuran ulang serahkan hasil
keputusan dari pengadilan atau pemeriksaan setempat dan gunakanlah langkah
hukum. Jadi jangan sedikit-dikit diportal dan itu tidak benar seperti
itu,” katanya.

Lebih jauh
dia menjelaskan, bahwa pihaknya PT. Gorby hanya pemilik Izin Usaha Pertambangan
(IUP) saja yang punya tanah itu Negara.

“Suatu saat
setelah selesai itu akan dikembalikan kepada Negara. Jadi PT. Gorby itu bukan
hanya pemegang IUP, tapi yang punya tanah adalah Negara tapi dikelolah oleh PT.
Gorby yang punya kredibilitasi Tambang.

“Perlu
diketahui bahwa batu bara itu merupakan objek vital setelah minyak dan ini
berkaitan dengan masalah di Jawa Timur untuk suplay PLTU di Jawa Timur,” pungkasnya.

Laporan : San

Editor     : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here