Mediasi Mentok, Puluhan Warga Muara Dua Desak Perusahaan Segera Pindahkan Tower BTS

0
461
Mediasi Mentok, Puluhan Warga Muara Dua Desak Perusahaan Segera Pindahkan Tower BTS
Polemik antara puluhan warga Jalan Matahari, RT 05, RW 05, Kelurahan Muara Dua, Kecamatan Prabumulih Timur dengan Perusahan pendirian Tower Base Transceiver Station (BTS) di wilayah setempat, terus berlanjut dan tidak menemui titik temu (kesepakatan).

PRABUMULIH – Polemik antara puluhan warga Jalan Matahari, RT 05, RW 05, Kelurahan Muara Dua, Kecamatan Prabumulih Timur dengan Perusahan pendirian Tower Base Transceiver Station (BTS) di wilayah setempat, terus berlanjut dan tidak menemui titik temu (kesepakatan).

Sebagian warga keukeuh meminta bangunan tower yang berdiri di wilayah tempat tinggal mereka segera dipindahkan. Selain dinilai mengancam keselamatan warga, menurut warga, berdirinya tower BTS tersebut juga dilakukan tanpa adanya sosialisasi terhadap warga di awal pembangunannya dari pihak perusahaan maupun Dinas terkait.

Bahkan, mediasi yang difasilitasi dan dilaksanakan di Kantor Kelurahan Muara Dua, dan dihadiri oleh Camat Prabumulih Timur bersama Perwakilan dari Dinas-dinas terkait, tidak menemui solusi, bahkan berakhir deadlock.

Dari pantauan awak media di lokasi mediasi, pihak perusahaan mengklaim sudah mengantongi semua perizinan, serta melakukan sosialisasi Door to Door kepada warga setempat sekaligus meminta tanda tangan warga, dan sudah mengurus perizinan lainnya dari Dinas terkait.

“Semua prosedur sudah kita jalani pak, dari meminta tanda tangan warga, berikut perizinan dari dinas-dinas terkait, bahkan kami sudah menemui Wali kota Prabumulih beberapa waktu yang lalu,” terang perwakilan Perusahaan pendirian tower Dwi, seraya menunjukkan Copy seluruh Perizinan di sela-sela mediasi, Senin (13/09/2021).

Sementara, Samsu Rizal salah satu masyarakat yang keberatan dengan berdirinya tower tersebut menyayangkan mediasi yang terlaksana di Kantor Kelurahan Muara Dua, tidak membuahkan hasil.

Untuk itu, pihaknya sudah melayangkan surat laporan ke DPRD Kota Prabumulih agar menindak lanjuti keluhan warga tersebut.

“Intinya kami minta tower itu segera di pindahkan. Karena berdirinya tower tersebut tidak ada faedahnya untuk kami, dan kami sudah melayangkan surat ke DPRD Kota Prabumulih,” tandas dia.

Ia juga tidak menampik dan membenarkan ada sebagian warga yang menandatangi surat Perizinan pendirian tower itu, namun masih banyak juga warga yang tidak setuju dengan berdirinya tower tersebut.

“Masih banyak warga yang memang termasuk dalam radius pendirian tower tidak menandatangani surat perizinan itu. Nah ini yang menandatangani surat tersebut bukanlah pemilik rumah. Lucunya, persetujuan warga belum menyeluruh akan tetapi surat perizinan sudah keluar. Jadi dalam hal ini masih banyak yang tidak setuju dengan pendirian tower itu,” ungkapnya.

Selain itu dirinya juga menambahkan, akan menempuh jalur apapun agar pihak perusahaan segera membongkar dan memindahkan tower tersebut.

“Jalur apapun akan kami tempuh, dan apa pun jalannya, kami tetap minta tower itu di pindahkan, karena sudah menyalahin aturan serta membuat resah warga di sini,” tukasnya. (Heru)

Editor : Donni