Masyarakat Kayuagung Keluhkan Jalan Berdebu dan Rusak Parah

0
563
Salah satu ruas jalan yang menyempit dan membahayakan pengendara lainnya saat mobil proyek lewat. Selain itu masalah debu material dan kerusakan jalan juga dipermasalahkan warga Kayuagung. (Foto: Ali)

Sumateranews.co.id, KAYUAGUNG- Masyarakat Kayuagung mengeluhkan kondisi jalan raya di seputaran Kota Kayuagung khususnya jalan yang dilalui oleh kendaraan milik PT. Waskita yang bertonase 5 hingga 40 ton yang melintas mulai simpang Celikah–Kelurahan Paku-Cintaraja-Mangunjaya-Kutaraya dan Kelurahan Kedaton hingga ke Jalan Sepucuk Kayuagung.

Amir (38), Jumat  pagi (20/10) saat dikonfirmasi wartawan mengenai kondisi jalan diseputaran daerah Kayuagung mengatakan, sebelum adanya proyek jalan tol di Kayuagung ini, jalan aspal yang ada di sekitar Kayuagung, mulai Desa Celikah hingga ke daerah Sepucuk Kayuagung masih enak untuk dilalui. Selain jalannya tidak banyak berlubang juga tidak banyak debu jalanan yang berhamburan di jalanan. Coba lihat dan alami sendiri bila sedang naik kendaraan bermotor, apalagi saat berselisihan dengan mobil truck dan fuso yang mengangkut bahan material, besi, dan alat berat lainnya.

Lanjutnya, kalau sedang lewat mobil truck atau fuso milik PT. Waskita terasa ngeri juga, takut dan tidak terbayang bagaimana kalau tiba-tiba mobil nyerempet pengendara motor maupun pengendara mobil. Jalan sudah banyak yang rusak selain itu berdebu bahkan bahan material semen bercampur koral terkadang berhamburan di jalan raya terutama di pangkal jembatan Komering Kayuagung, bahkan sudah satu minggu tidak dibersihkan oleh pihak PT. Waskita sehingga mengakibatkan debu beterbangan dan bisa membuat mata perih bahkan terkadang  terjadi kemacetan maupun kecelakaan, terutama  di pangkal jembatan di Mangunjaya dan di pangkal Jembatan di Kutaraya. Di depan Indomaret pangkal jembatan Kutaraya, di simpang empat Puskemas Kutaraya dan di tikungan depan SMKN 1 Kayuagung dan di depan SMU 3 Unggulan Kayuagung, sementara pihak yang mengatur lalulintas, seperti pihak Dishub OKI atau pihak terkait lainnya sangat jarang untuk mengatur  lalulintas apalagi di malam hari mana lampu jalan mati lagi.

“Ya paling juga kalau ada acara, razia atau jalanan sudah macet baru ada pihak yang mengatur lalulintas. Kita sangat berharap kiranya aparatur pemerintahan yang berkompeten dapat  mengatur lalulintas baik di siang hari maupun di malam harinya. Harapan kami supaya pemerintah daerah melalui instansi yang terkait dapat segera melakukan pengecekan di lapangan dan sesegera mungkin untuk melakukan pemberishan jalan maupun perbaikan jalan agar masyarakat dapat berkendara dengan nyaman dan aman,’’ ungkapnya.

Sementara itu Kepala Sat Pol-PP Kab.OKI melalui Kepala Bidang Ketertiban Umum Sat Pol-PP OKI Abdurrahman  saat dikonfirmasi melalui handphonenya mengenai keadaan jalan seputar Kota Kayuagung mengatakan, pihaknya akan segera menanggapi keluhan maupun laporan dari masyarakat mengenai keadaan di jalan tersebut. ‘’Untuk itu kita akan segera berkoordinasi dengan pihak Dinas Perhubungan OKI agar apa yang dikeluhkan oleh masyarakat dapat segera teratasi dan nyaman serta aman berkendara sebagaimana yang diharapkan dan kita juga akan menghubungi dan berkoordinasi dengan pihak PT. Waskita jika apa yang dikeluhkan masyarakat itu nantinya memang benar, setidaknya jalan dapat disiram dan material yang berhamburan dapat segera dibersihkan begitu juga dengan jalan yang rusak,’’ tegasnya.

Laporan             : Aliaman

Editor/Posting  : Imam Ghazali