Massa LSM KPAKKN Datangi Kantor Disdik Sumsel, Pertanyakan Ijazah Mawardi Yahya

0
166

Massa LSM KPAKKN Datangi Kantor Disdik Sumsel, Pertanyakan Ijazah Mawardi Yahya

Sumateranews.co.id, PALEMBANG – Ratusan massa yang tergabung dalam lembaga swadaya masyarakat (LSM) Kesatuan Aksi Pemantau Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KAPKKN) mendatangi Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel, Jumat (22/6/2018) pagi.

Pantauan di lapangan, kedatangan ratusan massa dengan 7 bus kota ini membuat jalan di sekitar Jalan Kapten A. Rivai menuju Kantor Gubernur Sumsel, hingga Simpang 5 Kampus macet total. Tampak aparat kepolisian sibuk mengatur lalu lintas agar dapat mengurai kemacetan.

Dalam orasinya, Massa ini mendesak pihak Disdik Sumsel mengeluarkan jumlah daftar ijazah yang terpakai dan tidak terpakai di Sekolah Teknik Mesin (STM) Pertambangan Tahun 1977. Terkait adanya dugaan ijazah palsu milik Mawardi Yahya.

“Kita juga mendesak Disdik Sumsel mengeluarkan daftar peserta ujian STM Pertambangan tahun 1977,” kata Kordinator Aksi (Korak) Aminullah saat dimintai konfirmasi seusai aksi.

Ia berharap, Disdik Sumsel bersikap jujur, transparan, dan tidak terpengaruh intervensi dari kelompok maupun oknum-oknum tertentu dengan motif politis maupun ekonomi dalam mengusut skandal dugaan ijazah palsu milik Mawardi Yahya.

“Apabila tidak sungguh-sungguh menindaklanjuti aksi ini, maka kami akan datang lagi dengan massa yang lebih banyak sampai kebenaran terungkap. Kami warga Sumsel berhak mendapatkan pimpinan yang bukan abal-abal,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo yang menerima langsung massa menyampaikan pihaknya selalu siap mendengarkan, mencermati semua hal yang menyangkut pendidikan di Sumsel, termasuk tuntutan massa KAPAKKN.

“Saya hanya memiliki satu dokumen, tapi sudah diambil oleh pihak berwajib. Kalau ada pihak lain yang mengkonfirmasi, silakan dilihat, saya siap menyerahkan dan akan saya jawab dengan baik,” tutur Widodo.

Ia mengatakan, terkait adanya dugaan ijazah palsu milik Mawardi, ada pihak yang lebih berkompeten yang akan menjawabnya. “Kami terbuka untuk membuktikan, apakah sah atau palsu,” tutupnya.

Sementara, Koordinator Media Center HDMY Alfrenzi Panggarbesi saat dikonfirmasi mengatakan kalau aksi yang dilakukan para pendemo bertujuan untuk menurunkan reputasi HDMY.” ujarnya.

Tim pemenangan HDMY, ujar Alfrenzi Panggarbesi lagi, tidak akan terpancing dengan tindakan yang dilakukan lawan politik. ”Biarkan saja mereka mau melakukan apa, yang pasti kami sekarang fokus pada pemenangan HDMY sebagai Gubernur dan wakil Gubernur Sumsel,” tegasnya.

Laporan : AD/Rel
Editor/Posting : Imam Ghazali