Massa GMNI Minta Kejari Ungkap Kasus di Linggau dan Mura

86

Sumateranews.co.id, LUBUKLINGGAU- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Lubuklinggau, Senin 22/7/2019 melakukan aksi unjuk rasa ke Kejari Lubuklinggau.

Puluhan massa mendatangi Kejari sambil membawa sejumlah spanduk dan membawa bedil buluh (bambu) untuk diserahkan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Lubuklinggau Hj Zairida sebagai hadiah peringatan hari Adhyaksa ke-59.

Dalam orasinya di depan Kantor Kejari Lubuklinggau, massa menuntut Kejari Lubuklinggau segera meningkatkan status hukum, terkait masalah tindakan pungli yang dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Musirawas dan status hukum tindakan Pungli Berkah Kades oleh DPMD Kabupaten Musirawas.

“Status hukum pembangunan IPAL RSUD Rupit dan pengadaan ALKES oleh Dinkes Kabupaten Muratara diindikasi kuat adanya penyimpangan dari pihak pengelola anggaran,” tegas koordinator Lapangan Arieo Pandiko.

Selain itu, massa juga minta usut tuntas aktor intlektual kasus AKN dan peningkatan status hukum pelantikan ASN 929. ‘’Sampai hari ini belum terungkap dan status hukum pembangunan cacat fisik, RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau dan terkait temuan BPK,’’ ujarnya.

Ario juga menanyakan TP4D, serta pengawasan terkait bongkar pasang Gedung Pemkot Lubuklinggau dan pembangunan 9 Puskesmas di Kabupaten Musi Rawas diduga bermasalah dalam proses pengerjaannya.

“Mendesak Kajari Lubuklinggau untuk tidak tebang pilih kasus, dan segera menyelesaikan segala kasus yang ditangani Kajari dalam limit waktu dua Minggu. Apabila tuntutan kami tidak diindahkan, maka kami meminta Kajari Lubuklinggau untuk mundur dari jabatannya,” cetusnya.

Kejari Lubuklinggau Hj. Zairida melalui Kasi Intel Kejaksaan Negeri Lubuklinggau Marlin Ritonga sempat berdialog dengan para demonstran, dan Marlin memfasilitasi dua orang perwakilan dari massa GMNI untuk menyampaikan pendapatnya di dalam ruangan.

‘’Ibu Kejari sedang dinas luar. Jadi, tidak bisa menemui massa,” ujarnya.

Namun massa tetap bersikeras ingin bertemu langsung dengan Kajari Lubuklinggau Hj Zairida untuk memberikan secara langsung hadiah di Hari Bakti Adhyaksa berupa bedil bambu. Namun dikarenakan Kajari sedang dinas luar, hadiah dari massa tersebut diterima oleh Kasi Intel Marlin Ritonga.

 

Laporan     : Shandy April

Posting      : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here