Massa Datangi Polda Sumsel, Minta Ungkap Proyek Rehabilitasi Gedung Puskesmas Prabumulih yang Diduga Penuh Rasuah

1297

Sumateranews.co.id, PALEMBANG – Proyek rehabilitasi gedung Puskesmas Prabumulih Barat saat ini terus menjadi perhatian masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) khususnya Kota Prabumulih, karena proses pengerjaannya yang diduga penuh dengan rasuah (korupsi, uang suap/sogok, red) yang diduga dilakukan oknum tidak bertanggung jawab.

Melihat kondisi tersebut, masyarakat anti korupsi yang tergabung dalam Corporation Anti Corruption Agency (CACA-Sumsel), melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sumsel, Senin (28/5) sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan atas praktik-praktik KKN tersebut.

Menurut koordinator aksi, Reza Fahlepie, proyek rehabilitasi gedung senilai Rp 2,8 milyar tersebut perlu dipertanyakan sebab banyak keganjilan dalam proses pengerjaannya. “Berdasarkan hasil investigasi kami, diduga proyek tersebut tidak layak huni, belum difungsikan, terkesan asal jadi dan tidak sesuai dengan RAB. Diindikasikan adanya penyalahgunaan dana, pengurangan volume, mark-up, dan patut diduga KKN pada pelaksanaannya,” ujarnya seraya menambahkan jika sumber dana proyek tersebut berasal dari APBD (DAK) tahun anggaran (TA) 2017 Kota Prabumulih.

Masih kata Reza, aksi yang dilakukan merujuk pada Undang-Undang (UU) Nomor 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Baginya, UU tersebut adalah upaya untuk menjalankan komitmen pemerintah yang bersih, jujur, dan akuntabel jauh dari tindak praktik-praktik KKN, yang dinilai dapat tatanan berbangsa dan bernegara.

“Setelah aksi hari ini, kami akan kembali lagi ke Polda dan melakukan aksi serupa dengan massa yang lebih banyak, sekaligus menyampaikan laporan terkait dugaan rasuah tersebut,” tegasnya.

Massa aksi unjuk rasa tersebut diterima oleh Kepala Urusan Pengumpulan Pengolahan Informasi dan Komunikasi (Kaur Pulah Infodok) Polda Sumsel, Kompol Abudani.

“Jika informasi terkait tindak pidana korupsi itu benar adanya, kami berharap agar para peserta unjuk rasa atau yang mengetahui fakta-faktanya untuk melaporkan ke SPKT Polda Sumsel. Kami akan merespon dan kooperatif dalam menangani kasus-kasus korupsi,” ujarnya di depan massa aksi.

Terkait dugaan KKN pada proyek rehabilitasi gedung tersebut, CACA-Sumsel mengeluarkan empat poin pernyataan sikapnya. Pertama, mendesak Polda Sumsel untuk mengusut dugaan korupsi rehabilitasi Puskesmas Prabumulih Barat yang dikerjakan oleh PT Mawar Merah melalui dana APBD (DAK) Kota Prabumulih.

Kedua, mendesak Polda Sumsel untuk memanggil dan memeriksa kontraktor pembangunan gedung Puskesmas tersebut untuk dimintai keterangan.

Ketiga, mendukung Polda Sumsel untuk menegakkan supremasi hukum terutama dalam upaya pemberantasan korupsi. Keempat, tangkap dan adili serta sita harta koruptor.

Laporan          : Irfan

Editor/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here