Masalah Banjir di Kelurahan Bukit Lama Mulai Teratasi

0
108

Sumateranews.co.id, PALEMBANG- Tembok pembatas sepanjang 60 meter milik PT Sultan Syalwa Bersaudara yang ditengarai sebagai penyebab banjir, telah dibongkar. Karena itu, masalah banjir yang selama ini mendera warga Kelurahan Bukit Lama Kecamatan Ilir Barat 1 pun mulai teratasi.

Pembongkaran tembok ini dipimpin langsung Walikota Palembang H. Harnojoyo bersama puluhan warga, Sabtu pagi (10/2/2018).

Sontak warga bersorak kegirangan saat tembok tersebut berhasil dirobohkan.

“Alhamdulillah,,,terbongkar jugo akhirnyo,,,hidup Harnojoyo,,, hidup Harnojoyo…. ” demikian teriak warga mengungkapkan ekspresi bahagianya, karena Harnojoyo telah menyelesaikan masalah mereka.

Wanto, Ketua RT 16 menuturkan, permasalahan ini sudah terjadi cukup lama, wilayah 4 RT terkena dampak dari adanya bangunan tersebut.

“Inilah penderitaan kami selama ini, setiap hari warga kami mendesak untuk diselesaikan, kami menderita karena hujan sedikit banjir. Alhamdulillah hari ini Pak Walikota datang sebagai pahlawan bagi kami, masalah selesai,’’ ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Hj. Herlina Edwar, warga RT 21. “Dulu sempat disidak oleh ibu Wakil Walikota, sudah mengalir sebentar airnya dibuat drainase, namun kembali tertutup, banjir lagi, sangat menderita kami Pak, setiap hari kena banjir tidak surut-surut karna aliran air tertutup oleh bangunan ini, sekarang kami lega, bisa tidur nyenyak. Apalagi sebentar lagi akan dibangun oleh Walikota, tambah senang kami,” ujarnya.

Walikota Palembang H. Harnojoyo mengungkapkan, langkah yang diambilnya ini bagian dari solusi yang diberikan kepada warga atas keluhan mereka. “Atas keluhan mereka dan kerja dinas PU PR yang mensurvei tempat ini, memang tidak ada jalan lain selain dibongkar, kami sudah melakukan mediasi dengan PT Sultan Syalwa Bersaudara, dan mereka mau mengikhlaskan bangunan ini dibongkar demi kepentingan orang banyak, dan pihak PT turut hadir di sini,’’ tegasnya.

Hal ini dibenarkan Gumi, Project Direktur PT Sultan Syalwa Bersaudara, yang menyampaikan mereka bisa menerima atas pembongkaran yang dilakukan. “Ya, kita sudah ikhlaskan, sudah kami wakafkan tanah tersebut untuk kepentingan warga banyak, kami minta maaf jika selama ini keberadaan bangunan ini menjadi masalah, dan tadi sudah diskusi bersama Pak Walikota, kami ikhlas, dan masalah selesai,” ujar Gumi.

Sementara itu, Kepala Dinas PU PR Kota Palembang Bastari menjelaskan, selain pembongkaran, tempat ini juga akan segera dibangun drainase agar aliran air semakin lancar.

“Sudah dianggarkan APBD sebesar 500 juta, ini sudah kita bongkar dan akan segera kita kerjakan untuk pembangunan drainase tersebut,’’ pungkasnya.

Laporan : Wiwin
Editor/Posting : Imam Ghazali