Malu Istrinya Hamil Sewaktu Jadi TKW, Seorang Suami di Mesuji Nekat Buang Bayinya ke Sungai Tulang Bawang

34500
Pasutri pelaku pembuangan bayi keduanya, SB (37), dan SE (24) warga Kampung Brabasan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, Lampung, saat diamankan Tim Tekab 308 Polres Tulang Bawang.

Sumateranews.co.id, TULANG BAWANG, – Seorang suami yakni, SB (37), warga Kampung Brabasan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, Lampung nekat membuang bayi dari janin istrinya sendiri. Ulah SB ini terungkap setelah ia dan istrinya SE (24) berhasil diringkus Tim Tekab 308 Polres Tulang Bawang, pada Minggu siang (26/07) sekitar pukul 13.00 WIB.

“Pasutri ini ditangkap pada Minggu (26/07/2020), sekira pukul 13.00 WIB, di sebuah rumah kontrakan yang ada di Kampung Penawar Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang,” ungkap Kasat Reskrim AKP Sandy Galih Putra., SH., SIK, mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro., SIK, Senin (27/7/2020).

Dijelaskan Kasat Reskrim, kasus pembuangan bayi ini terungkap setelah mayat bayi malang tersebut ditemukan pertama kali oleh seorang nelayan, pada Minggu pagi atau berjarak sekitar 200 meter dari lokasi pembuangan.

“Mayat bayi malang berjenis kelamin laki-laki tersebut, pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan, hari Minggu (26/07/2020), sekira pukul 07.40 WIB, berjarak 200 meter dari jembatan cakat, di aliran Sungai Tulang Bawang, tepatnya di Dusun Cakat Raya, Kampung Menggala, Kecamatan Menggala Timur,” ujar AKP Sandy.

Dia kembali menjelaskan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas diperoleh informasi tentang kronologis pasutri tersebut tega melakukan pembuangan bayinya ke aliran Sungai Tulang Bawang.

“Mulanya pelaku berinisial SE ini bekerja sebagai TKW di Malaysia, hari Minggu (19/7/2020), pelaku SE tiba di Indonesia karena dipulangkan oleh agensi Citra Unggul Unggul Pulau Pinang, Malaysia sudah dalam keadaan hamil. Hari Rabu (22/7/2020), sekira pukul 17.00 WIB, pelaku SB membawa istrinya SE ke salah satu Rumah Sakit yang ada di Tulang Bawang untuk melakukan persalinan,” ungkap Sandy, menceritakan kronologis kejadian.

Kemudian menurutnya, usai persalinan, tepatnya pada Jum’at malam (24/07/2020), sekira pukul 20.00 WIB, pasutri tersebut keluar dari Rumah Sakit dan langsung membawa bayi mereka yang berjenis kelamin laki-laki menuju ke arah Menggala. Saat melintas di jembatan cakat, pelaku SB yang merupakan suami dari pelaku SE langsung membuang bayi malang tersebut dengan cara melemparkannya dari atas jembatan ke Sungai Tulang Bawang.

“Motif pasutri ini membuang bayi malang tersebut karena pelaku SE saat bekerja sebagai TKW di Malaysia telah menjadi korban pemerkosaan oleh majikannya dan hamil, karena malu anak tersebut atas kesepakatan pasutri ini akhirnya mereka buang ke Sungai Tulang Bawang,” jelas AKP Sandy.

Akibat perbuatannya, pasutri ini dijerat dengan Pasal 80 ayat 4 Jo Pasal 76C Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dipidana dengan pidana penjara paling lama 20 tahun dan/atau denda paling banyak Rp4 Miliar.

Laporan : Herry III Editor : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here