Maju Jalur Independen, Mantan Kapolres Ini Gandeng Wartawan Senior Maluku Barat Daya Tawarkan Program 1000 Website Gratis

1196
PILKADA: Bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati independen Kabupaten Maluku Barat Daya, AKBP (Purn). John. J. Uniplaita, SH dan Freni Lutruntuhluy, S.Pd.

Sumateranews.co.id, JAKARTA – Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di sejumlah daerah pada tahun 2020 mendatang, kian dekat. Berbagai persiapan mulai dari KPU sebagai penyelenggara dan bakal calon mulai bermunculan. Bahkan beberapa pasangan calon dari jalur independen sudah mulai menampilkan diri dengan beragam program terobosan baru untuk menggaet suara dan simpatik dukungan dari masyarakat.

Salah satunya seperti yang dilakukan pasangan bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) di Kabupaten Maluku Barat Daya, AKBP (Purn). John. J. Uniplaita, SH dan Freni Lutruntuhluy, S.Pd. Melalui mekanisme jalur independen, keduanya menyatakan bakal maju meramaikan pesta Pilkada Kabupaten Maluku Barat Daya dengan menawarkan paket Independen, yakni program 1000 website gratis untuk generasi muda.

Mekanisme itupun dilakukan sebagaimana yang diamanatkan lewat peraturan KPU harus memenuhi syarat dukungan masyarakat. Proses inilah yang sementara dilakukan kedua pasangan tersebut.

“Ada yang istimewa dari gebrakan kami hari ini adalah kami menawarkan program pembuatan 1000 website gratis untuk semua anak Maluku Barat Daya dimana saja. Program ini sudah kami jalankan dan tidak ada pungutan biaya sedikitpun. Sementara itu, soal kami masuk jalur independen maka tentu kami harus bekerja keras meminta rakyat memberi dukungan sebagaimana yang diatur KPU”, ungkap Freni Lutrun di Jakarta, baru-baru ini.

Adapun website gratis yang sementara ini diproses lebih banyak organisasi mahasiswa dan ormas-ormas asal daerah itu. Selain itu, pembuatan toko online dan situs berita bagi kalangan jurnalis juga sudah diberikan.

Menurut kedua pasangan ini, program gratis ini akan berjalan secara terus-menerus dan tidak sedikitpun ada pungutan biaya. Kemudian jika rakyat kedepan memilih mereka, maka program ini menjadi satu primadona yang mendapat perhatian khusus pemerintah.

“Dunia sekarang berada dalam dimensi digital. Semua manusia berinteraksi secara online termasuk membangun bisnis mereka dimana-mana. Kita harus bisa memastikan bahwa dengan prgram ini membantu mengatasi kemiskinan dan kurangnya lapangan kerja yang diharapkan. Pemerintah, jika dalam aturan dan regulasi masih sulit melakukan itu, maka terobosn ini jauh lebih cepat dan memenuhi kebutuhan”, ungkap Freni Lutrun.

Dia jelaskan, memang tidak sulit masuk dalam pemilihan kepala daerah menggunakan kendaraan rakyat. Sebab selain prosesnya memakan waktu, lebih dari itu untuk memastikan dukungannya harus ada konsolidasi yang kuat.

Sekilas gambaran kedua figur ini adalah mantan kapolres Maluku Barat Daya dan bakal calon wakil adalah sosok Jurnalis yang cukup lama dalam profesinya.

“Prioritas kami adalah rakyat, soal kekuatan parlemen soal politik, semuanya tentu bermuara pada rakyat sehingga tidak sulit bagi kami jika suatu saat kami bisa melakukan yang terbaik. Saat ini kami berproses bersama rakyat dengan mengumpulkan sebanyak-banyaknya formulir calon perseorangan dan KTP. Rakyat kita juga sudah cerdas, sehingga sulit bagi lawan mempengaruhi cara berfikir mereka tentang calon yang masuk lewat kendaraan partai maupun Independen”, tutupnya.

Editor    : Donni

Sumber : IMO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here