Mahasiswa UPGRI Palembang Buat Program Pemetaan dan Pendataan Sejarah Sumsel

147
Mahasiswa UPGRI Palembang sedang melaksanakan Program Pemetaan dan Pendataan Sejarah Sumsel. Photo: Dokumen Humas UPGRI Palembang

Sumateranews.co.id, PALEMBANG − Universitas PGRI Palembang peduli dengan pelestarian sejarah dan budaya. Bentuk kepedulian Universitas PGRI Palembang terhadap pelestarian sejarah dan budaya adalah dengan membuat program pemetaan dan pendataan sejarah dan kebudayaan Sumatera Selatan. Dalam kesempatan ini Universitas PGRI Palembang melakukan pendataan sejarah dan kebudayaan di daerah Kayuagung dibantu oleh mahasiswa KKN-KKL kelompok 41 kota Kayuagung Kelurahan Paku, Senin (21/10/2019).

Riki Andi Saputro dan Gan Reza mahasiswa KKN-KKL kelompok 41 kota Kayuagung Kelurahan Paku melakukan survey lapangan dibantu oleh organisasi pemuda Kelurahan Paku yang diketuai oleh Cap dalom dan Masayu desa Paku.

Gan Reza menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya kegiatan KKN-KKL Universitas PGRI Palembang untuk mendata dan mengumpulkan informasi sejarah dan budaya Kelurahan Paku Kota Kayuagung.

“Kegiatan ini merupakan upaya kegiatan KKN-KKL Universitas PGRI Palembang untuk mendata dan mengumpulkan informasi sejarah dan budaya Kelurahan Paku Kota Kayuagung yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk menyediakan informasi pariwisata bagi wisatawan domestik dan asing yang datang ke Kelurahan Paku”, ungapnya.

Riki Andi Saputro juga menambahkan bahwa akan dibuatkan booklet potensi wisata sejarah sebagai hasil dari pendataan sejarah dan budaya di Kelurahan Paku Kota Kayuagung.

“Hasil dari pendataan sejarah dan budaya di Kelurahan Paku Kota Kayuagung ini akan kami buatkan booklet potensi wisata sejarah yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat  sebagai media infomasi bagi wisatawan domestik dan asing yang datang ke Kelurahan Paku Kota Kayuagung. Booklet ini juga akan dilengkapi dengan penjelasan dalam dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris”, jelasnya.

Lurah Kelurahan Paku Abu Naim Edwin menjelaskan bahwa luas Kelurahan Paku adalah 150 Hektar dan berpenduduk 3.447 jiwa. Beliau juga menjelaskan bahwa Kelurahan Paku berada di tepian sungai komering dan memilki sejarah panjang.

“Kelurahan Paku secara administrasi dibagi menjadi 5 wilayah yang masing-masing daerah dipimpin oleh Kaling. Di Kelurahan Paku ini banyak terdapat rumah-rumah kuno, makam keramat dan benda-benda cagar budaya lainnya berupa keris, tombak dan gong yang berumur ratusan tahun”, ungkapnya.

Cap dalom dan Masayu Kelurahan Paku M. Surya Pratama dan Nopa Aprianti menjelaskan mengenai suku Kayuagung yang merupakan suku asli Indonesia yang berasal dari Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumetera Selatan. Suku Kayuagung ini memilki sifat kekerabatan yang erat dan sangat memelihara adat dan budaya aslinya.

Ditemui secara terpisah Rektor Universitas PGRI Palembang Dr. Bukman Lian, MM., M.SI. mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada mahasiswa KKN-KKL kelompok 41 Kota Kayuagung yang sudah mau membantu menggali potensi budaya dan sejarah yang ada di Kelurahan Paku Kota Kayuagung.

“Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada mahasiswa KKN-KKL kelompok 41 Kota Kayuagung yang sudah mau membantu Universitas PGRI Palembang melestarikan dan menggali potensi budaya dan sejarah yang ada di Kelurahan Paku Kota Kayuagung. Semoga para mahasiswa yang sedang melakukan KKN-KKL di daerah lain juga bisa membantu program menggali potensi budaya yang ada di daerah Sumatera Selatan supaya sejarah dan budaya Sumatera Selatan tetap terjaga dan tidak punah serta dilupakan”, ungkapnya.

 

Sumber : FKIP UPGRI/Lv

Editor    : Syarif

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here