Lewat “Undercover Buy” BNN Prabumulih Bekuk Penyuplai Narkoba Asal PALI

0
3277
Lewat “Undercover Buy” BNN Prabumulih Bekuk Penyuplai Narkoba Asal PALI
Kepala BNNK Prabumulih, AKBP Ridwan SH, saat menggelar press release pengungkapan kasus penangkapan tersangka Rohman, penyuplai sabu asal PALI, Rabu (16/06/2021).

PRABUMULIH – Hasil tak pernah mengkhianati usaha, kata-kata ini sepertinya sangat cocok ditujukan kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Prabumulih. Usai melakukan pengintaian dan penyamaran (Undercover Buy), tim BNN berhasil membekuk pengedar (penyuplai, red) narkotika jenis sabu asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumsel.

Penangkapan terhadap tersangka bernama Rohman (49), warga Dusun I Desa Perambatan, Kecamatan Abab, PALI ini diungkap BNN Kota Prabumulih, saat menggelar press release di kantornya, Rabu (16/06/2021) pagi.

“Tersangka ini kita tangkap, pada Sabtu lalu (12/6/2021). Setelah kami mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa di Kelurahan Mangga Besar, Kecamatan Prabumulih Utara, ada transaksi narkoba jenis sabu. Mendapatkan info tersebut, tim kami langsung meluncur kelokasi untuk memastikannya.

Benar saja, selanjutnya kita berhasil mengamankan tersangka bersama sejumlah barang bukti,” terang Kepala BNNK Prabumulih, AKBP Ridwan SH kepada sejumlah awak media.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan tersangka, disampaikan Ridwan, antara lain, 1 paket narkotika jenis sabu seberat 25 gram; 1 lembar KTP An. Rohman; 1 buah handpone merk Samsung lipat beserta Simcard; dan 1 unit sepeda motor merk Honda Beatstreet warna hitam tahun 2017 Nopol BG 6960 ABS beserta STNK dan kunci kontak.

Ditambahkan AKBP Ridwan, tersangka Rohman berhasil diringkus setelah anggotanya melakukan penyamaran (Undercover Buy) selama 1 hari, di Jalan Kapten Abdullah, Kecamatan Prabumulih Utara, Kota Prabumulih.

“Dengan penangkapan ini, setidaknya kita berhasil menutup salah satu penyuplai narkoba karena di Prabumulih sendiri sudah banyak pemakainya, selain itu kita juga terus mensosialisasikan desa bersinar Bebas dari narkoba,” tandasnya, seraya meminta masyarakat untuk menjauhi narkoba dan menegaskan untuk tidak ada kata ampun bagi pengguna narkoba.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka kita kenakan Pasal 114 ayat (2) dengan ancaman hukuman 6 tahun sampai 20 tahun penjara,” tutupnya.

Laporan : Heru III Editor : Donni