Lestarikan Hutan Lindung Bukit Sak Buk, Yayasan Bangka Alam Lestari Ajak Warga Tanam Ribuan Pohon Trembesi

62
TANAM POHON: Guna menjaga dan melestarikan kawasan Hutan Lindung Bukit Sak Buk, yang terletak di Kelurahan Jelitik, Sungai Liat, Yayasan Bangka Alam Lestari, Senin (14/01/2019) menggelar penanaman pohon Trembesi di sekitar kawasan tersebut. Kegiatan yang diikuti warga Dusun Rebo, dan Teluk Uber serta bekerjasama dengan KPHP Sigambir Kotawaringin ini juga diwarnai aksi pelepasan hewan.

sumateranews.co.id, BANGKA – Guna menjaga dan melestarikan kawasan Hutan Lindung Bukit Sak Buk, yang terletak di Kelurahan Jelitik, Sungai Liat, Yayasan Bangka Alam Lestari, Senin (14/01/2019) menggelar penanaman pohon Trembesi di sekitar kawasan tersebut. Kegiatan yang diikuti warga Dusun Rebo, dan Teluk Uber serta bekerjasama dengan KPHP Sigambir Kotawaringin ini juga diwarnai aksi pelepasan hewan.

“Sebagai wujud kepedulian dan melestarikan Hutan Lindung Bukit Sak Buk, kita bersama warga dan pihak KPHP Sigambir melaksanakan penanaman pohon trembesi,” ungkap Ahung, Ketua Yayasan Bangka Alam Lestari, ditemui disela kegiatan, Senin (14/01).

Kegiatan penanaman pohon jenis trembesi atau banyak lebih dikenal pohon Ki Hujan ini dia jelaskan, dilakukan disepanjang Jalan Lintas Timur sebanyak 4.000 pohon, dan sebanyak 1.000 pohon lagi ditanam di Bukit Sak Buk.

“Selain itu juga dilakukan pemeliharaan rutin terhadap pohon-pohon yang sudah ditanam sebelumnya,” jelas Ahung.

Dikatakan Ahung, kegiatan penanaman pohon ini adalah yang kedua kalinya dilakukan. Sebelumnya, kegiatan serupa juga dilakukan pada 27 januari 2018 lalu. Namun pada kegiatan yang kedua ini ditambah dengan pelepasan hewan yang disebut Fang Shen.

“Kegiatan ini adalah yang kedua kalinya kita lakukan, pertama pada Januari 2018 kemarin. Dan ini adalah komitmen kita untuk berkontribusi langsung dalam pelestarian Lingkungan dan sosial secara umum. Makanya kita mengajak khususnya masyarakat Bangka agar dapat berperan serta dalam melindungi, menjaga dan menanam banyak lagi pohon-pohon, karena sampai sekarang banyak dikalangan masyarakat masih melakukan penebangan pohon, dan tidak mengetahui efeknya,” imbuhnya.

Terakhir Ahung berharap kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi berbagai pihak dan didukung sepenuhnya oleh pemerintahan Bangka Belitung terutama dalam proses perizinanya.

Laporan : Suyanto

Editor     : Donny

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here