Lahannya Diserobot Oleh Warga, PT. Kualanamo Lestari Bakal ke Polrestabes Medan

468
Lahan milik PT. Kualanamo Lestari yang berada di dusun IV Desa Sembahe, dan Desa Batu Mbelin, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang diduga diserobot oleh seseorang berinisial KEG alias K.

Sumateranews.co.id, DELI SERDANG – Lahan milik PT. Kualanamo Lestari yang berada di dusun IV Desa Sembahe, dan Desa Batu Mbelin, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang diduga diserobot oleh seseorang berinisial KEG alias K.

Bahkan, tanpa seizin dari pimpinan PT. Kualanamo Lestari, KEG melakukan pengorekan (penggerukan, red) tanah di lokasi yang disebut-sebut dalam pengurusan izin pengorekan tanah timbun menggunakan nama AG.

Sementara, Asli Ketaren yang diberikan mandat untuk menjaga dan mengamankan tanah milik PT. Kualanamo Lestari ini mengaku sempat terkejut. Ia juga menyebutkan, sejak menerima mandat dari PT. Kualanamo Lestari pada tanggal 18 Juni 2020, dirinya langsung menjalankan tugas dan turun mengecek ke lapangan untuk menghentikan aktivitas pengorekan tanah timbun yang dilakukan KEG.

“Sebelum mandat saya dikeluarkan perusahaan, KEG sudah duluan melakukan penggalian di lokasi tersebut, dimana sebelum saya diberikan mandat saya melaporkan kepada PT Kualanamo bahwa telah terjadi aktivitas galian C di lokasi lahan milik mereka,” tutur Mantan Kades Sembahe Tersebut, baru-baru ini.

“Sehari setelah mendapat mandat dari PT. Kualanamo Lestari, pada tanggal 19 Juni, saya Kepala Desa Batu Mbelin Resna Ketaren langsung turun ke lapangan untuk menghentikan kegiatan pengorekan yang dilakukan KEG. Sebab, aktivitas pengorekan yang dilakukan KEG itu berada di lahan milik PT. Kualanamo Lestari,” ujar Asli.

Memang ungkapnya, saat itu, para pekerja langsung menghentikan aktivitasnya. Pada hari itu juga, Asli Ketaren sempat bertemu dengan KEG, dan ketika itu KEG berjanji akan menghentikan kegiatan pengorekan tersebut.

“Namun, sekitar dua minggu kemudian, KEG kembali membuka usaha pengorekan di lahan milik PT. Kualanamo Lestari tersebut. Yang saya herankan, darimana KEG mendapatkan izin usaha galian C nya itu, sementara lahan yang dikelola KEG itu sudah dibeli atau dikuasai oleh PT. Kualanamo Lestari,” tegasnya.

Masih kata Asli, dari informasi pihak perusahaan, mereka tidak pernah memberikan izin kepada KEG untuk melakukan aktivitas galian C, untuk itu dijelaskannya, dalam waktu dekat pihak perusahaan akan melaporkan KEG ke Polrestabes Medan.

Selain itu, Asli juga menyebutkan akibat aktivitas yang dilakukan KEG membuat warga di sekitar lokasi galian resah. Salah satunya, Simson Gurusinga (53) warga Desa Sembahe yang mengaku resah dan keberatan dengan kegiatan di lokasi tersebut. Pasalnya, lahan miliknya saat ini sudah rawan longsor karena berbatasan dengan lokasi pengorekan.

“Saya tidak tahu siapa pengusaha yang menggali tanah timbun di lokasi itu. Karena saya selaku pemilik lahan yang berbatasan dengan lokasi galian, tidak pernah diundang atau diminta tanda tangan saat pengusaha galian tersebut hendak membuka usahanya,” ungkap Asli menirukan ucapan Simon Gurusinga kepada dirinya.

Laporan : Leodepari/Tim III Editor : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here