LAHAN SMKN 2 BANYUASIN MASIH SENGKETA

0
195

Sumateranews.co.id, BANYUASIN –Permasalahan sengketa lahan yang dijadikan tempat praktek pertanian siswa Sekolah SMK Unggul Negeri 2 Banyuasin III yang katanya diduga/diklaim oleh salah seorang mantan anggota DPRD Musi Banyuasin (Muba) periode tahun 1997/ 2002, ternyata sampai saat ini masih belum ada perkembangannya secara jelas.

Hal tersebut seperti yang telah disampaikan M. Nuh SP MSi selaku Kepala SMK Unggul Negeri 2 Banyuasin III, Rabu (19/7). “Persoalan itu sudah sangat lama bahkan kejadiannya dari tahun 2014, namun sayangnya sampai saat ini belum ada titik terang untuk jalan penyelesaiannya,” ungkapnya.

Menurut M. Nuh, SMK memiliki lahan total keseluruhannya seluas 4,7 hektare termasuk yang dijadikan lahan pertanian untuk praktek siswa, tapi yang menjadi permasalahan sampai saat ini, 1 hektarenya masih dalam sengketa yakni belum dilepas/diklaim oleh salah seorang mantan anggota DPRD Muba yang menyatakan bahwa tanah 1 hektare tersebut adalah miliknya.

Padahal, lanjut M. Nuh, sesuai dengan keputusan Bupati Banyuasin NO.118/KPTS/DPPKAD/2014 tentang penetapan status pemakaian lahan di lokasi tanah yang dibebaskan pada kawasan Blok plan hutan larangan yang berada di wilayah Kelurahan Kedondong Raye Kecamatan Banyuasin III menetapkan bahwa tanah milik Kabupaten Banyuasin di lokasi komplek perkantoran telah dibebaskan di kawasan blok plan hutan larangan seluas 4,7 hektare dengan harga Rp 250.000/meter persegi. ‘’Berdasarkan NJOP transaksi setempat dengan nilai Rp 1.175.000.000 untuk SMKN 2 serta fasilitas lainnya. Dengan berlandaskan keputusan Bupati ini sudah jelas bahwa lahan kita sudah diklaim,” tegasnya.

Belum diketahui bagaimana tanggapan pihak lain atas masalah ini.

Laporan   : Al Dafid

Editor       : Imam Ghazali

Posting    : Andre