Lahan Diseroboti Tambang, Supendi Lapor Polisi

161

Sumateranews.co.id, BANGKA- Tak terima lahannya diserobot,  Supendi alias Aliung (43) warga Dusun Sincong, Desa Gunung Muda, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, mendatangi Mapolres Bangka.

Kedatangan Supendi ke Polres Bangka dalam rangka membuat laporan resmi atas dugaan  penyerobotan lahan miliknya oleh salah satu penambang mitra PT. Timah.

“Lahan itu awalnya saya dialih kelola dari almarhum Pak Bambang Hidayat, pada saat itu selaku penanggung jawab lapangan CV. Kencana Utama. Dimana saya harus memenuhi kewajiban untuk ganti rugi sebesar Rp 12 juta rupiah. Setelah sepakat tanggal 18/09/2014  keluarlah Surat Perintah Kerja (SPK) dari PT. Timah untuk saya yang ditandatangani Pak Adam Darmawan selaku Kepala Unit Tambang Darat pada saat itu,’’ ungkap Supendi.

Dalam masa eksploitasi ada faktor alam yakni curah hujan tinggi hingga dihentikan sementara kegiatan penambangan. ‘’Sembari menunggu waktu yang tepat lahan tersebut saya ratakan dengan alat berat. Jalan saya tembok tanah puru, bikin gerbang, dan saya tanam pohon sawit, mangga, jambu jamaika. Semua itu menggunakan biaya yang tidak sedikit,’’ ujar Supendi.

Akhir tahun 2018 tanpa pemberitahuan kepada pihak CV. Kencana Utama sudah alih kelola lagi dengan saudara Rudi dengan alasan pegang surat tanah juga. ‘’Saya tanya sama mereka minta tunjuk letak fisik lahan itu sesuai surat tanahnya. Sedangkan surat tanah yang saya pegang lengkap titik koordinatnya. Untuk itu saya merasa ada dugaan penyerobotan lahan di sini, maka hari Jumat (26/4/2019) sore lalu saya tempuh jalur hukum buat laporan resmi ke Polres Bangka,” ungkap Supendi, Selasa (30/4/2019) siang bertempat di Belinyu.

Masih kata Supendi sebaiknya pihak CV. Kencana Utama dan PT. Timah hubungi saya dulu, kalau memang benar lahan yang mereka klaim itu termasuk lahan yang saya kelola sekarang. Karena waktu saya alih kelola melalui prosedur.

Terpisah Rudi (40) warga Batu Tunu, Kelurahan Kuto Panji Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka selaku mitra PT. Timah  mengatakan untuk segala sesuatu terkait kegiatan penambangan tersebut hubungi saja Gunawan. ‘’Dan untuk lahan ini saya juga pegang surat, saya juga mitra PT. Timah  dan CV. Kencana Utama, lebih jelasnya silakan hubungi Gunawan. Terkait papan proyek belum ada dan masih dalam proses, serta kami pegang izin atas nama CV. Kencana Utama lebih jelasnya lagi silakan hubungi Gunawan,” kata Rudi.

Pada saat itu menurut Gunawan saat ditemui awak media mengatakan lahan tersebut masuk Izin Usaha Penambangan (IUP) PT. Timah dan izinnya atas nama CV. Global Mandiri. “Awalnya yang bekerja di lokasi itu abang saya selama satu tahun, kemudian barulah Aliung masuk di situ berdasarkan surat dari PT. Timah, yang kita tahu surat dari PT. Timah itu berlaku enam bulan, selanjutnya dikembalikan ke pihak desa, lokasi tersebut masuk IUP PT. Timah dan izin atas nama CV. Global Mandiri dan saya sebagai penanggung jawabnya bukan CV. Kencana Utama dan biji timah kita serahkan ke pos,” ungkap Gunawan.

Lanjut Gunawan, Aliung klaim lahan itu berdasarkan kwitansi, sedangkan Rudi pegang Surat Hak Tanah tahun 2000, Aliung Tahun 2014, seharusnya Aliung yang menyerobot lahan tersebut.

Mengenai plang proyek belum terpasang Gunawan mengatakan PT. Timah sudah mengeluarkan rekomendasi sementara untuk aktivitas penambangan tidak masalah dikerjakan sampai menunggu legalitas diterbitkan.

“Plangnya belum dipasang karena surat aslinya belum keluar, tapi PT. Timah sudah mengeluarkan rekomendasi sementara untuk aktivitas penambangan, karena kalau menunggu surat aslinya keluar itu butuh waktu lama,” jelasnya.

Sejak berita ini diturunkan pihak Polres Bangka, PT. Timah masih diupayakan konfirmasinya.

 

Laporan          : Suyanto

Editor/Posting : Imam Ghazali

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here