Lagi Makan Mie, Faisal Ambri Dikeroyok Puluhan OTD Hingga Babak Belur

76
Korban Ambri Faisal (20) warga Suluk, Kelurahan Mutiara, Kecamatan Kisaran Barat ketika mendapat perawatan tim medis RSUD HAMS Asahan. Korban menderita luka memar dan terluka robek dibagian kepala usai dikeroyok dan dipukuli oleh puluhan pemuda tak dikenal, Minggu dini hari (19/0) tadi.

Sumateranews.co.id, ASAHAN – Seorang pemuda bernama Ambri Faisal (20) saat berada di Jalan Latsitarda Nusantara VIII tepatnya di depan sebuah sekolah MAN Asahan, Sumatera Utara, Minggu dini hari tadi (19/01/2020) sekitar pukul 02.30 WIB tiba-tiba dikeroyok oleh puluhan orang tak dikenal (OTD). Akibatnya korban menderita luka memar disekujur tubuhnya setelah terkena pukulan benda keras dan harus dilarikan ke RSUD HAMS.

Dari informasi
yang diterima, peristiwa penggeroyokan yang dialami oleh warga Suluk, Kelurahan
Mutiara, Kecamatan Kisaran Barat ini bermula ketika korban bersama temannya
sedang santai sambil menikmati makan mie di kawasan pinggiran Jalan Latsitarda
Nusantara VIII (TKP).

Namun berselang
tak lama kemudian, tiba-tiba datang puluhan pemuda yang tak dikenal korban
langsung mendekat dan tanpa ba bi bu lagi menghajar dan menggeroyok korban. Bahkan
korban sempat dipukuli menggunakan benda keras jenis batu bata oleh para pelaku
sehingga menyebabkan luka robek pada bagian kepala.

“Saya
tiba-tiba dipukulin bang sama orang tak kukenal, yang mukulin lebih dari 10
orang bang ada yang mukul pake batubata,” ujar korban, ketika ditemui di RSUD
HAMS, di Jalan Singamangaraja, Minggu siang.

Menurut Faisal,
kejadian terjadi saat dirinya bersama temannya sedang makan mie di sebuah
warung mie yang ada di pinggir jalan kawasan tersebut (TKP). Tak lama kemudian
tiba-tiba datang puluhan pria tak dikenal langsung menggeroyok dan memukulnya
hingga terluka.

“Lagi makan
mie sama kawanku, eh tiba-tiba datang orang itu rame-rame langsung mukulin saya
bang,” ucap Faisal.

Beruntung saat
kejadian, warga sedang ramai dan dibantu kawannya berhasil melerai dan
menghentikan tindakan para pelaku sehingga korban berhasil diselamatkan.

“Untung aja
ada orang setempat dan kawan untuk melerai bang, kalau tidak entah kek manalah
aku bang,” kenang korban, sambil meringis menahan sakit ketika luka robek
dibagian kepalanya dijahit oleh dokter.

Kasus penggeroyokan
dan pemukulan oleh puluhan pria tak dikenal ini kini sudah ditangani pihak
kepolisian setempat.

Laporan :
Nas

Editor     : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here