KPU LAHAT NYATAKAN PASLON PERSEORANGAN DODO-SUTRISNO GUGUR

0
100
Tim Dodo-Sutrisno saat menyerahkan berkas, namun KPU Lahat menilai tak memenuhi persyaratan sebagaimana aturan yang ada. (foto: novi)

Sumateranews.co.id, LAHAT- Paslon Perseorangan Lahat Dodo Arman-Sutrisno dinyatakan gugur oleh KPUD Lahat, sehingga batal mengikuti Pilkada 27 Juni 2018 mendatang.
Sebab Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lahat menyatakan berkas persyaratan pasangan ini tidak memenuhi syarat, Minggu malam (21/1).

Hingga berakhirnya masa perbaikan berkas persyaratan yang disampaikan ada dokumen yang belum diperbaiki dan belum dilengkapi.
Pantauan awak media beberapa waktu lalu tepatnya Sabtu (20/1) pasangan perseorangan Dodo Arman mendatangi Kantor KPU Lahat sekitar pukul 22.00 WIB diiringi tim pemenangan. Mereka membawa 3 boks besar berisi dokumen dukungan berupa formulir model B.1 dan fotocopy KTP pendukung yang akan diserahkan kepada pihak KPU.

Karena seperti paslon perseorangan yang lain, pasangan ini juga diharuskan menyerahkan kekurangan dukungan pada masa perbaikan berkas persyaratan.

Ketua KPU Kabupaten Lahat Samsurizal Nusir mengemukakan, setelah pihaknya melakukan pemeriksaan berkas dokumen persyaratan, salah seorang dari pasangan ini belum melengkapi surat keterangan tidak dalam keadaan pailit dari Pengadilan Niaga Jakarta, sehingga diberikan kesempatan untuk melengkapi surat tersebut.

“Kami beri kesempatan bagi paslon untuk melengkapinya dan kami tunggu sebelum waktu perbaikan berkas persyaratan berakhir pukul 24.00,” kata Samsurizal.

Setelah masa perbaikan berkas persyaratan paslon ditutup pukul 24.00 WIB, maka di hadapan paslon ini dan tim pemenangan, serta juga dihadiri Panwaslu Kabupaten Lahat, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lahat melalui ketuanya dan dihadiri semua komisioner, menyatakan berkas persyaratan pasangan Dodo Arman – Sutrisno tidak memenuhi syarat untuk mengikuti tahapan selanjutnya, dikarenakan selain belum melengkapi surat keterangan tidak dalam keadaan pailit, ijazah atau surat tanda tamat belajar milik salah seorang di antara keduanya, belum dilegalisir oleh pihak yang berwenang dan belum disampaikan pada masa perbaikan berkas persyaratan.

Saat diberikan kesempatan untuk berbicara, Dodo Arman mengemukakan bahwa dirinya memiliki niat yang baik untuk mencalonkan diri pada Pemilukada Lahat, sehingga telah berupaya melengkapi semua persyaratan sesuai ketentuan KPU sebagai penyelenggara pemilukada.

Soal surat keterangan dari Pengadilan Niaga Jakarta, menurut Dodo Arman, hal itu bukanlah kesalahan pihaknya karena surat tersebut memang belum dikirim pihak Pengadilan Niaga Jakarta.

Dan, dirinya akan mengurus sendiri surat keterangan Pengadilan Niaga itu. “Saya sendiri akan berangkat ke Jakarta hari Senin,” kata Dodo sembari meminta kebijakan pihak KPU Lahat terhadap masalah itu.

Menanggapi itu, Ketua KPU Lahat Samsurizal Nusir menegaskan, pihaknya bekerja sesuai ketentuan aturan yang telah ada, sehingga tidak diperbolehkan memberikan kebijakan di luar aturan termasuk jadwal tahapan yang telah ditetapkan.

“KPU Lahat hanya sebagai implementator aturan penyelenggaraan pemilukada, kalau ada kebijakan di luar ketentuan maka sama saja tidak berintegritas,” tegas Samsurizal.

Samsurizal juga mengatakan, pihaknya mempersilakan bapaslon untuk mengajukan gugatan hukum jika keberatan dengan keputusan KPU Lahat.

Setelah mendapatkan penjelasan tersebut, secara tegas Dodo Arman menyatakan pihaknya akan melakukan upaya hukum terhadap keputusan KPU Lahat itu, karena dia mengaku secara administrasi sudah lengkap dan telah berusaha memenuhi persyaratan sesuai ketentuan KPU sebagai penyelenggara pemilukada.

Pada saat meninggalkan Kantor KPU Lahat, pasangan ini beserta tim pemenangannya, meninggalkan 3 boks besar berisi formulir dan fotocopy KTP dukungan, meski pihak KPU Lahat telah meminta agar dokumen dukungan itu dibawa pulang.

Laporan : Novita/Idham
Editor/Posting : Imam Ghazali

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article