Kota Perlintasan Penyebab Faktor Wilayah Prabumulih Rawan Peredaran Narkoba

0
731

Polres Prabumulih Musnahkan BB Sabu dari Tangan 3 Tersangka

PRABUMULIH – Salah satu factor penyebab wilayah Kota Prabumulih rawan peredaran narkotika karena lokasinya yang strategis dan sebagai kota perlintasan. Untuk itu, pihak Polres Prabumulih terus melibatkan informan dan kerja sama dari masyarakat dalam memberikan informasi untuk meminimalisir peredarannya.

Pernyataan itu disampaikan oleh Kapolres Prabumulih, AKBP Siswandi SIK SH MH melalui Kabag SDM, Kompol Al Busro S.Sos, saat melaksanakan pemusnahan Barang Bukti (BB) Narkotika jenis sabu sebanyak kurang lebih 500 gram, dengan jumlah tersangka 3 (Tiga) orang di Halaman Mapolres di Jalan Jenderal Sudirman KM 12, atau samping perkantoran Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih, Kamis (13/1/2022).

“Prabumulih sendiri adalah Kota perlintasan, kita harus jeli, Kasat para Kanit-kanit yang ada para anggota kita, bahwasannya masih banyak peredaran narkotika di wilayah Prabumulih ini, paling tidak ia menumpang lewat, menuju PALI, Lahat hingga Linggau serta daerah lainnya kita gak tau, itulah dalam hal informasi kita harus kerja sama dengan informan kita, namun kita harus mempunyai informasi, baik itu dari masyarakat ataupun dari mana saja,” ucap Kabag SDM Polres Prabumulih, yang akrab disapa Busro ini.

Busro menyampaikan, adapun barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil kerja keras anggota Satres Narkoba selama satu bulan ini.

“Upaya kerja keras kita semua, mereka sebenarnya orang baik, namun karena pengaruh lingkungan jadi mereka hilap. Semoga kedepan mereka ini insap tentunya setelah menjalani hukuman,” ujarnya.

Dia melanjutkan, barang bukti yang dimusnahkan, yakni Narkotika Jenis sabu-sabu seberat 270, 55 gram yang didapat dari Tersangka Doni Hardianto, dan Ikang tangkapan tanggal 5 Desember 2021. Kemudian sisanya seberat 172 gram didapat dari tersangka  Fiter Firdaus, yang ditangkap pada 28 Desember 2021 lalu.

“Semoga wilayah Hukum polres Prabumulih zero dari peredaran narkotika, baik itu merupakan Ganja, Sabu dan yang lainnya, tapi kalau seandainya wilayah Hukum Prabumulih zero dari Narkoba, artinya Kasatres Narkoba beserta jajaranya tidak ada kerjaan lagi,” ungkap Kabag SDM.

Kompol Al Busro berharap dari pemusnahan ini bisa menekan peredaran narkoba di wilayah Prabumulih. “Sesuai dengan harapan kita yang terus dan ingin memerangi narkoba dan berjihad melawan narkoba, sehingga kita pastikan tidak berhenti sampai di sini saja akan terus melakukan pengungkapan kasus narkoba hingga ke akarnya,” jelasnya.

Dengan barang bukti yang dimusnahkan, lanjut dia, pihaknya mampu menyelamatkan ratusan generasi muda. “Pemusnahan hingga pengungkapan kasus ini demi untuk melindungi generasi muda dari jeratan barang haram,” tandasnya.

“Tidak mengulangi hal yang sama, karena yang merubah adalah diri kita sendiri,” tutupnya.

Dari pantauan, sebelum dimusnahkan BB sabu itu terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan terhadap kandungan amphetamin yang terkandung dalam sabu. Setelah dipastikan mengandung amphetamin barang haram ini lalu dimusnahkan dengan cara di blender dan dicampur dengan cairan deterjen, kemudian dibuang di closed.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Hakim Pengadilan Negeri (PN) kota Prabumulih, Indah Yuli Kurniawati SH MH, Kasi Pidum Kejari Prabumulih, Julindra Purnama Jaya SH, Kasat Res Narkoba Polres Prabumulih, Heri SH MH, KBO Res Narkoba, Kanit II, Ipda Darmawan SH, Advokat Dodi Iskandar SH, dan Kaur Narko Subbid Narkoba Labfor Polda Sumsel, Niryasti S.Si M.Si. (King)

Editor : Donni