Korban Penganiayaan Mohon Keadilan

0
147

Sumateranews.co.id, SUMUT-   Korban penganiayaan bernama Rostianna Br. Sembiring (64) warga Desa Samura Kecamatan Kabanjahe Karo mohon keadilan dan pembelaan.

Kini Rosti tampak terbaring lesu di Rumah Sakit Evarina Etaham Raya Berastagi Sumut selama tiga hari. Sekujur tubuhnya lebam-lebam dianiaya tersangka WS warga desa yang sama beberapa waktu lalu.

Luka lebam terlihat pada bagian bahu sebelah kiri. Begitu juga pada  pipi kiri lembam membiru seperti terkena pukulan benda keras.

Suami korban, Mancang Sitepu (64) hari itu juga langsung membuat laporan pengaduan ke Polres Tanah Karo. Laporan pengaduan tertuang dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan  (STPL) Nomor:STPL/350/IV/2018/SU/RES.T.Karo tertanggal (25/4). Laporan korban diterima di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SKPT) Polres Tanah Karo oleh Kanit  SPKT I Ipda.L.Sitorus.

Pelapor Mancang Sitepu suami korban kepada sejumlah wartawan termasuk di Kantor Sumber Alam SH dan Rekan di Kabanjahe Senin (30/4) mengatakan bahwa dia sangat mengharapkan laporan pengaduannya sesegera mungkin diusut polisi sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Kami sangat mengharapkan supaya kasus ini diusut segera. Istri saya yang jadi korban penganiayaan terpaksa diopname selama tiga hari. Sampai hari ini juga dia (korban) masih merasa pusing-pusing dan tetap berobat jalan. Kalau sudah begini pun belum juga ditanggapi, saya takutkan keluarga yang lain jadi emosi, sehingga tambah lagi persoalan,” ujarnya dengan penuh harapan, Rabu (2/5).

Ditambahkan Mancang, penganiayaan yang dilakukan WS yang juga masih ada hubungan famili ini sudah sangat tidak dapat diterima seluruh keluarganya. Diakuinya bahwa dirinya juga menjadi sasaran penganiayaan. “Bukan cuma istri saya yang dipukulinya. Saya juga turut dianiaya sampai hidung saya berdarah-darah,’’ tambahnya.

“Yang kita  sanksikan ada pihak keluarga, terutama anak-anak dan saudara-saudara dari istri saya itu. Kalau kasus ini tidak cepat ditanggapi maka hal itu tidak tertutup kemungkinan bisa terjadi. Siapa yang bisa menerima keluarganya dianiaya tetapi pelaku belum juga diproses,” keluhnya mengakhiri perbincangan dengan wartawan.

Sementara itu di tempat terpisah Kapolres Tanah Karo, AKBP.Benny R.Hutajulu,Sik melalui Kasat Reskrim, AKP. Raskita Maju Tarigan disampaikan Kanit Resum, IPDA.T.Siahaan yang dikonfirmasi sejumlah wartawan membenarkan bahwa Mancang Sitepu (64) sudah membuat laporan pengaduan tentang penganiayaan yang dialaminya dan istrinya.

“Kasusnya sedang dalam penyidikan. Saksi-saksi maupun korban sesegera mungkin akan kita mintai keterangan.  Kalau dalam pemeriksaan lanjutan sudah memenuhi unsur maka Berkas Acara Pemeriksaan segera akan dikirim ke Kejaksaan untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Siahaan.

Masalah penahanan ditahan atau tidaknya tersangka pelaku penganiayaan Siahaan tidak mau berandai-andai. “Yang jelas kasusnya segera akan diproses. Tidak ada istilahnya kita membenam kasus. Asal memenuhi unsur pasti kita limpahkan ke Jaksa Penuntut Umum untuk proses hukum,” tandas Siahaan.

Laporan          : Sofya/lys

Editor/Posting : Imam Ghazali