Koperasi Syariah 212 Bidik Tiga Sektor Ekonomi

0
304

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Sebuah koperasi berbasis syar’i yakni, Koperasi Syariah 212 mulai dibentuk oleh para alumni 212. Koperasi yang didirikan pasca aksidamai, pada 2 Desember 2016 lalu itu membidik 3 sektor pilar ekonomi bisnis dan wirausaha.

Tak terkecuali di Kota Prabumulih, Koperasi Syariah atau disingkat KS ini juga mulai didirikan dan dibentuk kepengurusannya. Pendirian Koperasi Syariah 212 Mandiri di Kota Prabumulih ini terbentuk, setelah dilakukan pertemuan sejumlah umat dari berbagai kalangan yang ada di kota nanas di Aula SD IT Ishlahul Ummah yang berlokasi di Jalan Sangkuriang, Kelurahan Tugu Kecil Kecamatan Prabumulih Timur, Sabtu (9/12) sekitar pukul 14.00 WIB.

“Dari hasil terbentuknya Koperasi Syariah 212 Mandiri di Prabumulih ini, sementara anggota kepengurusan berjumlah sekitar 120 anggota dari berbagai kalangan,” ujar Usman, pengurus Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI).

Dia menjelaskan dari hasil rapat pendirian Koperasi Syariah tersebut, yang terpilih oleh peserta rapat yang hadir itu sebagai Ketua yakni H Syamsul Hadi serta selaku wakil 1 yakni H Mat Amin S Ag serta Suhardi SE sebagai terpilih wakil 2. “Rapat ini terlaksana dengan semangat kekeluargaan dengan musyawarah untuk mufakat,” cetus Usman.

Dari hasil rapat tersebut, lanjut dia, beberapa poin kemufakatan disetujui dalam ketentuan anggaran dasar  dan anggaran rumah tangga Koperasi Syariah 212 ini. Beberapa poin tersebut di antaranya, setiap anggota yang ikut tergabung dalam koperasi ini, dapat menyertakan iuran setiap bulannya sebesar Rp 10 ribu. “Dan untuk modal penyertaan paling sedikit sebesar Rp 1 juta,” terangnya.

Lebih lanjut disampaikan Usman, setiap dana yang terkumpul tersebut akan direncanakan untuk diolah dalam sektor reksa dana, properti, dan retail. “Kalau penempatannya untuk tiga aspek. Sektor keuangan kita buat reksa dana syariah 212. Terus kita ke properti, kita kerja sama dengan pengembangnya,” tuturnya.

KS 212 tersebut, dikatakan dia, merupakan sebagai satu-satunya koperasi yang dibentuk oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI). Seluruh gerakan bisnis atau usaha yang menggunakan label 212 harus tunduk kepada GNPF-MUI sebagai pemilik tunggal merk dan hak cipta 212 mewakili umat Islam demi memimpin persatuan ekonomi umat.

“Koperasi ini akan mendorong agar umat bersemangat berwirausaha, etos kerjanya semakin baik dan mendorong hal-hal lainnya untuk memajukan perekonomian umat muslim khususnya di kota ini,” tandasnya seraya mengatakan dalam tugasnya, komite ini akan memantau apakah setelah kongres akan muncul pengusaha-pengusaha baru.

Laporan            : A. Donny

Editor/Posting : Imam Ghazali