Kontraktor PT Rekind Tak Gubris Instruksi Plt Bupati Muba

0
225

Sumateranews.co.id, SEKAYU – Perintah penyetopan sementara waktu selama satu bulan pekerjaan galian pipa gas yang diinstruksikan Plt Bupati Musi Banyuasin Benny Hernedi sebelum adanya evaluasi dampak buruk bagi masyarakat tak digubris kontraktor PT. Rekind.

Meski sudah mendapatkan instruksi dari pemerintah Kabupaten Muba, proses pekerjaan pengeboran Contrak On Call Horizontal Directional Dralliang (HDD) pipa gas Gressik-Pusri yang berlokasi di Desa Pinang Banjar Kecamatan Sungai Lilin yang dihandle PT. Rekind dan dikerjakan Subkontraktor PT. Tekma Enginering hingga kini masih terus berlanjut.
Akibatnya, puluhan rumah warga mengalami banjir lumpur dan juga retak-retak sehingga menyebabkan kemiringan pada bangunannya. Kekhawatiran warga yang terkena dampak cukup beralasan, di samping luapan lumpur yang menggenangi seisi rumah, warga juga takut tempat tinggal mereka yang retak dan miring sewaktu-waktu ambruk.
Mencegah terjadinya korban jiwa, puluhan warga memilih mengungsi ke rumah kerabat mereka yang aman dari dampak buruk yang ditimbulkan oleh proses pekerjaan pemasangan pipa gas.

Menurut keterangan sejumlah warga, dampak buruk pekerjaan pengeboran HDD bukan hanya dialami warga sekitar, namun luapan lumpur yang juga mengalir kejalan raya mengakibatkan beberapa pengendara sepeda motor dan mobil mengalami kecelakaan karena jalan licin.

“Takut nian Pak rumah kami roboh, lihat saja bukan hanya lumpur yang menggenang dalam rumah, tapi rumah merato retak dan miring. Makonyo tepakso keluarga mengungsi Pak,” keluh Darmaji, Rabu (9/5).
Sementara itu, upaya meminta pertanggungjawaban sudah disampaikan oleh pemerintah Desa Pinang Banjar, namun sampai detik inipun belum juga ada respon dari manajemen kontraktor.

“Kita sudah memberitahukan kejadian ini kepada kontraktor untuk mempertanggungjawabkan dengan mengganti rugi rumah warga yang terkena dampak pekerjaan pipa baik yang rusak ringan maupun yang rusak berat,” ujar Aman Mahmud Kades Pinang Banjar ditemui kemarin, Rabu (08/05/2018).

Dijelaskan Aman Mahmud, selama ini dampak yang ditimbulkan hanya luapan lumpur saja, namun kali ini sejumlah rumah warga mengalami pergeseran dan miring karena retak bangunan sudah sangat parah. Mengingat dampak yang ditimbulkan sangat meresakan masyarakat Desa Pinang Banjar, pemerintah desa sudah melaporkan peristiwa tersebut ke pemerintah Kabupaten Muba.

Dalam waktu dekat, bila pihak kontraktor belum juga merespons tidak menutup kemungkinan masyarakat akan turun langsung menyetop segala bentuk pekerjaan pengeboran pipa gas karena warga sudah sangat resah.
“Warga sudah sangat resah, beberapa pemilik rumah yang mengeluhkan kejadian tersebut bila kontraktor tidak cepat meresponnya akan menghentikan segala bentuk aktivitas galian pipa gas tersebut,” jelas Aman.

Bahkan hingga berita ini diturunkan, kontraktor belum juga memberikan bantuan apapun kepada warga yang mengungsi seperti yang dialami keluarga Ujang Juna yang telah sebulan mengungsi.
Belum diketahui bagaimana tanggapan pihak kontraktor sendiri atas masalah ini.

Laporan : Hasbullah Anwar
Editor/Posting : Imam Ghazali