Ketemu Menteri Sosial, Bupati Askolani Minta Tambah Bansos dan Sembako

43

Sumateranews.co.id, BANYUASIN, – Bupati Banyuasin H Askolani beraudiensi dengan Menteri Sosial RI Juliari Peter Batubara, di Gedung Kementerian Sosial Jakarta, Kamis (6/8/2020) kemarin. Kunjungan ini dalam rangka upaya Bupati Askolani untuk menarik anggaran pusat ke Kabupaten Banyuasin.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati minta Mensos untuk memberikan bantuan langsung tunai bagi KPM non DTKS, yakni warga miskin dampak Covid yang mendapat bantuan BLT dari Bupati Banyuasin. Ia juga mengusulkan agar Kemensos memberikan bantuan sembako untuk masyarakat Banyuasin.

Dalam Audiensi ini, Bupati didampingi Sekda HM Senen Har, Kadinsos Alamsyah dan Kadis Pertanian Tanaman Pangan Zainudin.

Kepada Medsos, Bupati Askolani mengatakan dalam rangka penanganan dampak covid 19 di Kabupaten Banyuasin, selain mendapat bantuan sosial tunai (BST) Kementerian Sosial RI, Pemkab Banyuasin juga memberikan Bantuan Langsung Tunai yang didanai dari belanja tidak terduga (BTT) APBD Kabupaten Banyuasin tahun 2020 untuk selama tiga bulan terhitung sejak bulan April-Juni 2020 bagi KPM non DTKS yang saat ini sedang direalisasikan penyalurannya.

“Karena ada kebijakan pemerintah untuk menambah waktu penyaluran Bantuan Sosial Tunai dar 3 bulan menjadi 9 bulan, baik melalui Kemensos maupun Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Mengingat BST yang didanai dari BTT APBD Kabupaten Banyuasin hanya untuk tiga bulan, maka kami minta kepada Mensos agar dapat memberikan tambahan dana untuk penyaluran 6 bulan terhitung Juli-Desember 2020 bagi KPM non DTKS sebanyak 24.845 KPM,” katanya.

Bupati juga minta Mensos memberi bantuan tambahan program sembako perluasan untuk 10.842 rumah tangga (DTKS) dan rumah tangga miskin baru (Misbar/non DTKS) terdampak covid 19 di Kabupaten Banyuasin yang belum dapat Bansos dari Kemensos RI. Kemudian, ditambah 52.229 rumah tangga yang belum mendapat Kemensos yang tersebar di 21 Kecamatan.

Dikatakan Bupati, Bantuan sosial yang diberikan oleh Kemensos RI jumlah DTKS 91.780 Rumah Tangga atau 99.844 KPM. Bantuan sosial sebelum Covid 19, PKH-BSP 28.423 KPM, dan BSP Non PKH 17.245 KPM.

Bansos pada masa Covid 19, tambahan PKH 4.891 KPM, Tambahan PKH tahap II, 2.650 KPM, tambahan PKH masih dalam proses verifikasi oleh pendamping PKH 8.181 KPM, perluasan BSP Sembako 16.444 KPM, Perluasan BSP Sembako tahap II 7.879 KPM, Bansos Tunai (BST) DTKS 15.872 KPM dan Bansos Tunai (BST) non DTKS 3.131 KPM.

“BLT BB yang Pemkab Banyuasin salurkan tahap 2 berjumlah 22.618 KPM, realisasi BLT Dana Desa tahap 3 ini realisasinya 41.801 KPM. Kemudian, bantuan pangan untuk 21 Kecamatan sebanyak 52.229 KPM,” terangnya.

Tidak hanya itu, Bupati juga minta Kemensos untuk menambah jumlah bantuan untuk pembangunan rumah tidak layak huni di 21 Kecamatan.

“Setiap desa atas kebijakan kami untuk membangun 5-10 rumah tidak layak huni setiap tahun melalui dana desa dan alhamdulillah saat ini sudah berjalan dan sudah dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

Bupati Askolani juga mengundang Menteri Sosial untuk berkunjung ke Kabupaten Banyuasin.

Sementara itu, Menteri Sosial RI Juliari Peter Batubara menyambut baik usulan yang disampaikan oleh Bupati Banyuasin tersebut.

“Saya suka dengan Kepala Daerah yang mau jemput bola memberikan usulan langsung dengan menteri, ini tentu akan menjadi prioritas saya,” tandasnya.

Laporan : Wanto III Editor : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here