Ketagihan Make Sabu, Pelajar Ini Nekat Begal Karyawati di Depan Rumah Dinas Wali Kota Prabumulih

188
Tersangka begal, FA (13), yang masih berstatus pelajar SMP saat diamankan Team Gurita Polres Prabumulih, Senin (19/8/2019). Tersangka ditangkap karena terlibat aksi pencurian dengan kekerasan bersama rekannya berinisial Aa (19) masih buron, terhadap salah seorang karyawati perusahaan swasta, pada Minggu malam (18/8/2019) sekitar pukul 20.30 WIB.

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Memang benar kata bijak para nenek moyang kita terdahulu, kalau sudah keranjingan (ketagihan, red) apa pun akan dilakukan sampai keinginannya terwujud. Seperti halnya, yang dilakukan oleh FA (13), seorang pelajar yang masih duduk di bangku sekolah tingkat pertama (SMP) ini.

Karena ketagihan mengkonsumsi (memake, red) narkotika jenis sabu, dirinya nekat melakukan tindak pidana pencurian dengan cara kekerasan (begal) terhadap seorang karyawati sebuah perusahaan swasta bernama Putri Ayu Wulandari (19), warga Jalan Alipatan, Gang Amir, Kelurahan Mangga Besar, Kecamatan Prabumulih Utara, kota Prabumulih.

Mirisnya lagi, aksi begal yang dia lakukan bersama temannya berinisial Aa (19) masih buron (DPO) mereka lakukan di depan komplek Rumah Dinas Wali Kota Prabumulih, Jalan Jenderal Sudirman KM. 6, Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur, pada Minggu malam (18/8/2019) sekitar pukul 20.30 WIB. Akibatnya, korban mengalami kerugian sebesar Rp 3.000.000 setelah 1 unit handphone jenis Vivo V15 warna glamour red nomor IMEI 863481045860150 miliknya berhasil dirampas oleh kedua pelaku.

Tindakan nekat, yang dilakukan pelajar SMP ini terungkap setelah tersangka berhasil diringkus oleh Tim Gurita Polres Prabumulih, pada Senin dini hari (19/8/2019) sekira pukul 01.00 WIB. Dihadapan polisi, tersangka yang masih dibawah umur ini juga mengaku sebelumnya, pada tanggal 13 Agustus 2019 di Jalan Padat Karya untuk pertama kalinya berhasil merampas 1 (satu) unit handphone xiomi.

“Setelah berhasil mengamankan pelaku an. FA, team Gurita Polres Prabumulih melakukan interogasi dan pelaku mengakui perbuatan telah melakukan tindak pidana Pencurian dengan ancaman kekerasan sebanyak dua kali, yaitu TKP pertama pada tanggal 13 Agustus 2019 di Jalan Padat Karya dan berhasil mengambil 1 unit handphone Xiomi, dan TKP yang kedua tanggal 18 Agustus 2019 di depan rumah dinas walikota Prabumulih mengambil satu unit handphone Vivo V15,” sebut Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Hutauruk SIk SH MH melalui Kasat Reskrim, AKP Abdul Rachman SH, kepada awak media, Senin (19/8).

Menurut Abdul Rachman, tersangka bersama rekannya Aa (DPO) melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan dengan cara berpura-pura menanyakan alamat kepada korban, yang saat itu sedang nongkrong di depan Rumdin Wali Kota Prabumulih (TKP).

Lantaran korban tidak mengetahui alamat yang ditanyakan oleh pelaku, lalu pelaku mencoba meminjam handphone korban dengan alasan hendak menelpon keluarganya. Namun baru mengambil Hp, tiba-tiba tangan tersangka langsung merampas Hp korban dan langsung kabur melarikan diri menggunakan sepeda motor merk Yamaha Mio Soul GT warna hitam milik pelaku.

Korban yang tidak menyangka tindakan kedua tersangka, langsung reflex mencegah keduanya kabur dengan cara memeluk badan tersangka dari belakang. Akibatnya, tubuh korban terseret sepeda motor pelaku hingga mengalami luka lecet pada kaki sebelah kiri, pinggang kanan, dan kepala terbentur ke aspal. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp 3.000.000 ( tiga juta rupiah ) dan melaporkan kejadiannya ke polsek Prabumulih Timur.

“Pelaku mengakui perbuatannya, dia lakukan bersama temannya berinisial Aa (DPO), dan dari hasil kejahatan TKP pertama, pelaku An. FA mengaku mereka jual dan uangnya digunakan untuk membeli narkotika jenis sabu bersama temannya. Pelaku dan barang bukti kini sudah diamankan di Polres Prabumulih untuk penyidikan lebih lanjut,” tukasnya.

Laporan/Posting : Donni/Ril

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here