Kesbangpol Sumut Sosialisasi Pencegahan Bahaya Radikalisme dan Terorisme Terhadap Mahasiswa

0
107
Kesbangpol Sumut Sosialisasi Pencegahan Bahaya Radikalisme dan Terorisme Terhadap Mahasiswa
Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumatera Utara bekerja sama dengan Kesbangpol Kabupaten Asahan menggelar Sosialisasi Pencegahan Bahaya Radikalisme dan Terorisme Tahun 2021 di Aula Kesbangpol Kabupaten Asahan, Kamis (10/06/2021).

ASAHAN – Untuk menjaga situasi dan kondisi yang kondusif terhadap gangguan dan ancaman terorisme di Wilayah Sumatera Utara, Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumatera Utara bekerja sama dengan Kesbangpol Kabupaten Asahan menggelar Sosialisasi Pencegahan Bahaya Radikalisme dan Terorisme Tahun 2021 di Aula Kesbangpol Kabupaten Asahan, Kamis (10/06/2021).

Kepala Badan Kesbangpol Provsu yang diwakili oleh Kepala Bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional, Budianto Tambunan SE M.Si mengatakan, bahwa masalah terorisme di Indonesia masih merupakan persoalan yang serius walaupun sudah banyak pelaku teror yang berhasil ditangkap dan diproses hukum, serta sel-sel dan jaringan teroris yang dihancurkan.

“Akan tetapi eskalasi konflik dibeberapa negara, khususnya di wilayah Timur Tengah yang menunjukkan tanda-tanda mereda, maka potensi radikalisme dan munculnya aksi-aksi terorisme dikhawatirkan akan terus ada karena jaringan teroris selalu menyebarkan jaringannya keseluruh dunia termasuk Indonesia,” terangnya.

Budianto berharap, dengan mengikuti kegiatan tersebut para peserta dapat memahami hakikat dan bahaya dari paham radikalisme dan terorisme serta dapat menemukan solusi yang tepat dalam mengantisipasi dan menanggulanginya.

“Dan kepada peserta sosialisasi saya berharap untuk mengikuti seluruh rangkaian acara dan menyimak materi yang disampaikan dengan seksama,” tutupnya.

Sementara, Bupati Asahan melalui Staf Ahli Pemkab Asahan, Edi Sukmana SH M.Si mengatakan, dalam menangkal radikalisme yaitu mosi tidak percaya dan meragukan pancasila sebagai dasat negara, dan mengkritis Pemerintah bahkan menentangnya dan menyerang tokoh nasional.

“Ada beberapa faktor pendorong yang membuat generasi muda terpengaruh radikalisme, yaitu merasa jiwanya kosong, adanya idelogi yang dianggap tepat (instan), kecewa kepada Pemerintah/Negara, adanya kelompok dengan ideologi radikal terorisme dan pengaruh orang terdekat,” paparnya.

Untuk itu, menurut Edi Sukmana, dalam menjaga dan memelihara stabilitas keamanan, ketertiban umum di daerah perlu dilakukan doktrinisasi Pancasila dan ideologi, serta perlu membuka kanal aduan terkait intorelan, radikalisme, dan terorisme untuk ditindaklanjuti. Kemudian lanjutnya, perlu adanya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat sipil/ormas yang relevan dalam deteksi dini dan pencegahan dini.

Mengakhiri arahannya, Edi berharap acara sosialisasi ini dapat terus berlanjut agar terbina pemahaman yang kuat pada Pancasila sebagai Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Untuk itu diharapkan kepada OPD terkait yang memiliki tupoksi terkait pencegahan radikalisme dan terorisme agar terus meningkatkan kinerja serta tidak lelah dan bosan menjalankan tugasnya,” tandasnya.

Pantauan selain dihadiri narasumber dari Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Asahan Harry Naldo Tambunan SE dengan materi Peran Pemerintah Kabupaten Asahan dalam Menangkal Radikalisme, Terorisme dan paham yang bertentangan dengan Pancasila, juga  Ketua Institut For Culture and Radikalism Studies Dr. Zulkarnain Nasution MA dengan materi Peran dalam Menangkal Radikalisme dan Terorisme, serta Ikhwan Ustaz Zumiran, materi Mencintai NKRI dengan Sepenuh Hati yang diikuti oleh para mahasiswa di Kabupaten Asahan.

Laporan : CN III Editor : Donni

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article