Kepsek Diduga Pungli, DPRD Mesuji Minta Disdik Segera Lakukan Tindakan

104
PUNGLI: Salah satu anggota DPRD Kabupaten Mesuji, Fuad Amrullah yang meminta pihak-pihak maupun dinas terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Mesuji untuk segera menindak lanjuti terkait kebenaran informasi dugaan Kepsek di SMP Negeri 3 Mesuji lakukan pungli, Minggu (19/1/2020). (Foto: Ist)

Sumateranews.co.id, MESUJI – Adanya pemberitaan terkait adanya dugaan pungli dilakukan oleh Oknum kepala sekolah (Kepsek) SMP Negeri 3 Kabupaten Mesuji, Lampung yang terjadi belum lama ini, mendapat tanggapan dari sejumlah tokoh masyarakat maupun wakil rakyat di wilayah setempat.

Tanggapan begitu tegas datang dari salah satu anggota DPRD Kabupaten Mesuji, Fuad Amrullah yang meminta pihak-pihak maupun dinas terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Mesuji untuk segera menindak lanjuti kebenaran informasi tersebut.

Baca Juga : https://sumateranews.co.id/sikapi-dugaan-pungli-di-sekolah-disdik-mesuji-panggil-kepsek-smpn-3-way-serdang/

“Kalau
memang kebenaran informasi adanya dugaan pungutan liar yang dibebankan kepada
siswa SMP Negeri 3 Mesuji untuk pembelian laptop senilai 500 ribu per siswa itu
benar, saya meminta dinas pendidikan tegas untuk segera melakukan tindakan,”
ungkapnya kepada wartawan, Minggu (19/01/20).

Ketua Fraksi dari Partai Nasdem ini pun mengatakan, jika dirinya juga akan berkoordinasi dengan DPRD kabupaten Mesuji yang membidangi pendidikan untuk mengkroscek di lapangan terkait pemberitaan pungli yang dilakukan oleh oknum Kepala sekolah SMP Negeri 3 Mesuji.

Baca Juga : https://sumateranews.co.id/sikapi-dugaan-pungli-di-sekolah-disdik-mesuji-panggil-kepsek-smpn-3-way-serdang/

“Saya
juga akan berkoordinasi dengan rekan anggota DPRD yang lain yang membidangi
leading sektor pendidikan ini untuk bersama-sama mengkroscek informasi tersebut,”
terang pria yang pernah menjabat sebagai Ketua di DPRD kabupaten Mesuji.

Terkait
pengadaan Laptop di Lingkungan Pemkab Mesuji, Fuad belum begitu mengetahui
secara persis, apakah program tersebut masuk dalam Dana Alokasi Khusus (DAK)
atau bukan. Namun, dirinya mengaku permasalahan ini akan menjadi pembahasan
pihaknya dalam waktu dekat,

“Kami
belum dapat menyimpulkan soal anggaran ataupun mengadaan Laptop tersebut, nanti
akan kami lihat dan kroscek terlebih dahulu,” tegasnya.

Laporan
: Aan

Editor
: Dhino

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here