Kepala SKK Migas Akui Terjadinya Ilegal Drilling dan Ilegal Tapping, Ada Melibatkan Orang Dalam

169
Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto mengakui terjadinya ilegal drilling dan ilegal tapping karena adanya keterlibatan orang dalam. Hal itu dia sampaikan saat diwawancarai usai membuka acara ‘Facility Management Forum 2019’ yang bertemakan ‘FM Transformation in the Digital Era’ di hotel Santika Premiere Bandara, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (13/11/2019).

// Penindakannya Lakukan MoU Bersama Panglima TNI

Sumateranews.co.id, PALEMBANG – Terus terjadinya kasus illegal drilling dan illegal tapping di sejumlah wilayah penghasil minyak sampai saat ini disebutkan Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto karena adanya dugaan keterlibatan orang dalam. Hal itu dia akui, saat diwawancarai media ini usai membuka acara ‘Facility Management Forum 2019’ yang bertemakan ‘FM Transformation in the Digital Era’ di hotel Santika Premiere Bandara, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (13/11/2019).

“Terjadinya aksi illegal drilling dan illegal tapping di lapangan, karena adanya keterlibatan orang dalam sendiri,” sebut Dwi Soetjipto.

Menurut Dwi Soetjipto, selain keterampilan dan peralatan juga dibutuhkan pengetahuan untuk melakukannya. “Oleh karena itu, hal semacam ini dibutuhkan pengetahuan karenanya sudah barang tentu ada kaitannya dengan orang dalam,” tegas mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) periode 2014-2017.

Untuk itu, lanjut Dwi, pada 2020 nanti pihaknya akan melakukan penertiban dan memberikan tindakan tegas pada aksi illegal tersebut dengan melibatkan TNI dan pihak kepolisian dalam penanganannya.

“Untuk penanganan Illegal Driling, ataupun Illegal Tapping itu, kemarin kami sudah menandatangani MoU dengan Panglima TNI, dengan demikian kita harapkan nanti hal-hal ini dapat kita tertibkan juga bersama-sama dengan Kepolisian,” ujar pria kelahiran Surabaya, 10 November 1955 ini.

Masih dikatakan Dwi, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada TNI-Polri dalam menertibkan dan pengusutan keterlibatan orang dalam pada kasus illegal drilling dan tapping tersebut.

“Biarkan penegakan hukum yang menyelidiki apakah ada keterlibatan orang dalam atau tidak,” tandas bapak pemersatu industry semen Indonesia ini.

Terakhir, disinggung soal target produksi minyak pada 2020 nanti, kembali disebutkan Ketua IKA-ITS (Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya) ini ditargetkan sebesar 750.000 barel oil per day (bpod). Sementara untuk produksi gas dipatok kira-kira 1,2 barel ulqi falen per day.

“Untuk target produksi pada tahun 2020 itu sudah dipatok oleh Parlemen DPR RI besarnya 750.000 barel oil per day (bopd) untuk minyak. Sedangkan untuk gasnya menyesuaikan kira-kira 1,2 barel ulqi falen per day sehingga total, yang kita harapkan produksinya sekitar 2 juta barel ulqi valen,” tutup Dwi.

Laporan : Are

Editor     : Donni

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here