Kepala Oditurat Militer 1-05: Barang bukti berupa tanah dan bangunan masuk putusan sudah inkrah dan statusnya dirampas untuk negara

155

Sumateranews.co.id, PALEMBANG- Kepala Oditurat Militer I-05 Palembang Budiarto menyatakan penyitaan objek barupa tanah dan bangunan di Jalan Rafles Raya Blok I Nomor 2 Kelurahan Karya Baru Kecamatan Alang-Alang Lebar sudah inkrah dan statusnya milik negara. Budiarto dengan tegas membantah bangunan itu dibisniskan karena ada plang bertuliskan bengkel hanya strategi untuk mengamankan bangunan tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Oditurat militer I-05 Palembang Budiarto dalam konferensi pers di Kantor Oditurat militer I-05 Palembang, Selasa (27/2).
Budiarto mengatakan, berkaitan dengan proses hukum objek tanah dan bangunan yang jadi topik pemberitaan di media sesungguhnya perkara itu sudah inkrah. “Barang bukti berupa tanah dan bangunan masuk putusan sudah inkrah dan statusnya dirampas untuk negara. Saudara Risdan sudah dijatuhi hukuman. Kendati beliau mengajukan banding, kasasi, dan Peninjaun Kembali (PK). “Putusan itu sudah inkrah. Jadi kalau ada yang menyatakan salah sita, pada saat sidang majelis hakim sudah melakukan pengecekan, dan saudara Risdan mengakui kalau itu objeknya,” ujarnya.

Menurutnya, tanah dan bangunan itu bukan milik Odmil melainkan milik negara. “Bangunan itu bukan milik Odmil atau Kepala Odmil,” tegas Budiarto lagi.

Berkaitan dengan pemanfaatan tanah dan bangunan tersebut, lanjut Budiarto, tanah dan bangunan yang disita tadinya aman. Namun pada 17 Januari lalu terjadi pencurian besar besaran mulai dari atap seng, pintu, dan jendela. “Barang-barang yang dicuri maling, ini sudah dilaporkan Polrestabes Palembang,” katanya.

Dia mengungkapkan, terkait ada tulisan bengkel di lokasi itu adalah strategi kami untuk mengamankan tempat itu. Kalau ada yang mengatakan itu dibisniskan, itu salah jadi silakan dicek. Tidak ada kegiatan apapun di sana. Jadi Tulisan Bengkel itu hanya pola kami melakukan pengamanan. Mengenai strategi pengamanan, itu hanya pola. Menurut hemat saya tidak ada yang salah,” tegasnya lagi.

Mengenai pemberitaan yang menyudutkannya, Budiarto menuturkan, dirinya sudah melaporkan ke Polda. “Saya orang hukum, tidak mau bertindak asal-asalan,” ucapnya.

Budiarto menambahkan, kalau ada pihak yang merasa tidak puas terkait penyitaan tanah dan bangunan tersebut, silakan menempuh jalur hukum. “Perlu saya sampaikan putusan PK Risdan pada bulan Desember dan itu ditolak. Sedangkan untuk menuju lelang, ada mekanisme dan itu butuh waktu untuk diproses,” paparnya.

Menanggapi pernyataan Odmil I-05 Palembang tersebut, adik Risdan yakni Syahril Nasution mengatakan, akan menggugat sampai selesai di Pengadilan.

Laporan : Wiwin
Editor/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here