Kembali Ditemukan Megalitik di Lahat

1254

Sumateranews.co.id, LAHAT-  “Itu dio megalitnyo.“ demikian kata Novi sambil menunjuk ke arah kanan dari dalam mobil ketika melihat seonggok batu di dalam semak belukar.

Lalu mobil yang aku kendarai dalam kecepatan lambat berhenti karena kami memang sedang mencari arca megalitik di daerah ini. Mobil aku arahkan mundur sekitar 5 meter dan parkir di tengah jalan karena tidak ada lagi lokasi untuk parkir dan juga tidak ada kendaraan lain atau orang yang lewat.

Kemudian kami berjalan ke arah batu sejauh sekitar 20 meter tetapi dari jarak ini belum begitu jelas bagaimana bentuk dari batu ini.

Kami dari Tim Panoramic of Lahat sebuah lembaga kebudayaan dan pariwisata yang terdiri Mario, Bayu, Fachri, Deri, dan Novi berkunjung dan ingin bertemu dengan tim dari Balai Arkeologi Sumatera Selatan yang sedang melakukan penelitian di Kecamatan Pajar Bulan Kabupaten Lahat. Kami berlima bertemu dengan tim di lokasi penelitian di kebun kopi Desa Pajar Bulan Kecamatan Pajar Bulan Kabupaten Lahat.

Tim ini terdiri dari  Kristantina, Armadi, Nike, Amrun dari Balai Arkeologi Sumatera Selatan, Mubarak dari BPCB Jambi, Qois dosen Udayana dan Ronald dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pagaralam. Penelitian di kebun kopi ini ditemukan dolmen dan beberapa monolith. Kami ngobrol dan sambil melihat tim bekerja mendata peninggalan megalitik yang ada. Sekitar dua jam di lokasi ini kami pamit untuk melanjutkan melihat megalitik yang baru saja diceritakan oleh Kristantina dan Ronald tentang ditemukannya arca megalitik di Desa Talang Padang Tinggi Kecamatan Pajar Bulan.

Setelah makan siang di Kota Pagaralam kami melanjutkan perjalanan ke arca megalitik seperti yang telah diceritakan oleh Kristantina dan Arnold. Kami berlima belum pernah ke lokasi yang diceritakan tetapi kami tahu kemana arahnya. Dari Kota Pagaralam ke Simpang Bacang belok ke kiri dan terus menelusuri jalan ini. Sekitar perjalanan 5 km kami menemukan gapura di sebelah kiri jalan dengan tulisan selamat datang di Desa Talang Padang Tinggi berwarna merah dan putih yang terlihat belum lama dibuat. Kami masuk jalan aspal ini dan sekitar perjalanan 500 meter kami melihat sebuah talang dengan beberapa pondok dan hamparan kopi berwarna kecoklatan yang dijemur di bawah terik matahari.

Di talang ini kami bertanya kemana arah Tebat Serut dan kami diarahkan, ketika kami bertanya apakah tahu ada megalitik atau batu jeme maka 2 warga yang kami tanya menjawab tidak tahu.

Setelah melewati talang ini di kanan dan kiri jalan semua tanaman kopi dan jalan aspal telah berganti menjadi jalan tanah berbatu. Lalu setelah menempuh perjalanan 4 km dari simpang gapura desa kami memasuki Talang Gelung Sakti, talang ini lebih ramai dibanding dengan talang sebelumnya bahkan di sini sudah ada bangunan sekolah SD. Di depan setiap pondok terdapat hamparan kopi yang sedang di jemur dan terlihat juga warga mendorong kopi yang sedang dijemur dengan menggunakan pendorong dari kayu. Cara ini untuk memastikan semua biji kopi terkena sinar matahari dan kulit kopi menjadi kering. Di sini kami bertanya dengan seorang warna tentang keberadaan arca megalitik. Kami mendapat informasi lokasi arca megalitik berada di Talang Mugio sebelum Talang Sekendal.

Lalu kami melanjutkan perjalanan menuju arah sesuai dengan informasi yang kami dapat. Dalam perjalanan dari Talang Gelung Sakti kami tidak menemukan pondok dan warga yang beraktivitas bahkan kami tidak bertemu dengan kendaraan apapun hingga kami memasuki Talang Tampaan. Warga di Talang Tampaan lebih sedikit dibanding dengan warga di Talang Gelung Sakti. Di talang ini kami pun bertanya lagi untuk memastikan perjalanan kami menuju arca tidak salah.

Atas petunjuk warga nanti ada pertigaan kami di minta ke jalan sebelah arah kiri.  Dan kami ikuti jalan yang kami yakini seperti yang di sebut warga Talang Tampaan tadi. Dan kami terus menerusuri jalan tanah dengan rumput yang tumbuh di tengah jalan yang membuat bagian mobilku berbunyi terkena ranting-ranting. Di sebelah kanan dan kiri jalan dipenuhi pepohonan kopi dan sejauh mata memandang semua pohon kopi.

Dan akhirnya kami menemukan arca megalitik yang ciri-cirinya disebutkan oleh Kristantina dan Arnold.

Arca megalitik ini berada di perkebunan kopi berjarak sekitar 20 meter dari jalan.Arca menggambarkan seorang ibu dalam posisi duduk sedang menggendong seorang anak di sebelah kanannya.

Semoga keberadaan situs megalitik di Kabupaten Lahat akan memberikan manfaat dan sumbangsih yang besar untuk masyarakat dan pemerintah Kabupaten Lahat.

Laporan          : Novita/Idham

Editor/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here