Kematian Tersangka Jambret Menyisakan Misteri Buat Keluarga

0
651
Jazad Harun alias Konek ketika dijenguk pihak keluarga di RS Bhayangkara. Foto: SU
Jazad Harun alias Konek ketika dijenguk pihak keluarga di RS Bhayangkara. Foto: SU

Sumateranews.co.id, PALEMBANG – Kematian Harun Sarkowi alias Konek (34) warga Jl Desa Prajen Dusun II Kecamatan Mariana Kabupaten Banyuasin, merupakan tersangka jambret yang tertangkap massa, sepertinya masih menyisakan misteri pada benak keluarganya, apalagi kematian tersangka tidak melalui proses otopsi oleh pihak rumah sakit.

Kakak Sepupu tersangka Harun Sarkowi alias Konek yakni Satria (39) merupakan anggota Badan Peneliti Aset Negara Aliansi Indonesia Dewan Perwakilan Daerah Sumatera Selatan mempertanyakan misteri kematian tersangka Konek, bahwa sebelumnya jenazah almarhum Konek tidak dilakukan otopsi oleh pihak rumah sakit, jenazah langsung diantarkan ke rumah duka.

“Jenazah sudah dikuburkan namun tidak dilakukan otopsi oleh pihak rumah sakit pada jasad Konek, saya mengetahui ini saat melayat kerumah duka, diketahui pada Jasad Konek ditemukan luka lebam dan luka tembak,”katanya ketika dikonfirmasi Sabtu (11/11/17).

Sebelumnya Satria yang akrab dengan panggilan Edi ini mengatakan, ketauan kejadian ini sekitar pukul 11.30 Wib hari Kamis (9/11/17) itu dari kawan, bahwa TKPnya di daerah bukit, Kasus Pasal 365 KUHP.

“Saya lihat sendiri di TKP secara diam-diam, tsk dalam keadaan hidup, setelah dari situ pukul 15.00 Wib lewat, saya masih menemui Konek di Polsek, tanpa sepengetahuan mereka, ternyata tsk masih hidup, balik dari situ sekitar magrib, jam setengah tujuh, lost kontak, aku pikir hanya sampai disitu, tau setengah delapan malam mendapat kabar bahwa tsk meninggal, dalam keadaan luka lebam, luka tembak, informasi yang saya terima Konek meninggal langsung dibawa ke rumah sakit Siti Khadijah dilimpahke rumah sakit Bhayangkara,”ujarnya.

Menurut Edi, mengenai kematian tsk tidak wajar jelas yang lebih tau kematian tersebut hanya pihak dari kepolisian Porensik, dari hasil otopsi penyebab kematian korban oleh apa.

“Kalau kita masyarakat awam tidak tau penyebab kematian tsk, yang pasti pihak dari kepolisian bagian Porensik, melalui otopsi, namun sayangnya pihak keluarga tidak diberikan keterangan mengenai hasil otopsi,”sebutnya.

Secara terpisah Dodi Kabiro Koran Radar untuk Palembang yang merupakan adik ipar Konek menceritakan, pertemuan terakhir dengan Konek hari Selasa sore (7/11/17) pukul 15.30 Wib, Konek sempat menanyakan rokok kepadanya dan dijawab Dodi tidak ada, langsung dibelikan rokok oleh Konek, ketika sore ia pergi untuk mengambil Koran, malamnya pukul 21.30 Wib isterinya mengatakan kalau tadi Konek menanyakan dia.

“Kata isteri saya, tadi Konek mencarinya, 2-3 kali menanyakan saya sambil masuk kamar, sudah itu mencium Dinda, anak saya di kasih duit, adek saya dikasih duit, seraya ngomong kepada isteri saya untuk menitip anaknya, itu yang membuat hati saya pilu,”ucapnya.

Dia menyebutkan, memang beliau itu nakal dari diluaran sana, namun di mata tetangga dia baik, sering membagi-bagikan duit.

“Pokoknya setiap kali dia balik kerja itu pasti membagi-bagikan duit, kalau kenakalan itu kan biasa, manusia itu perlu dibina bukan untuk dibinasakan, sore Jum’at saya mendapat kabar dari mertua, bahwa Konek ditangkap polisi, coba di cek kata mertua saya, lalu saya cek ke Polsek Kamboja melalui Kanit, tidak ada, Ke Polsek IB I dijawab tidak tau, namun ketika ditelusuri, memang ada Konek disana, lalu saya menginformasikan kepada keluarga, bahwa Konek ditangkap dan ditembak, baru saja saya sampai rumah sekitar 3 menit duduk kemudian mendapatkan kabar bahwa Konek meninggal dunia, dan langsung blank pikiran saya,”tuturnya.

Dia menambahkan, akan mengupayakan menempuh jalur hukum, mencari keadilan dengan sebenar-benar keadilan karena Negara ini merupakan Negara hukum dan perlu dipertanyakan kematian ini, apa penyebabnya, kronologisnya seperti apa. “Saya lihat jasatnya sudah hancur muka , kaki bolong ditembak sebanyak dua liang,”tegasnya.

Menurut Lucan (33) salah seorang sahabat tersangka Harun Sarkowi alias Konek (34) Warga Prajen Mariayana,  sudah mengenal Konek sejak tahun 2010.

“Kalau dengan teman dia baik, tidak pernah menyusahkan teman, dia itu orangnya terbuka, royal dan tidak perhitungan dengan uang, apa barang yang disukai  teman yang melekat dibadannya pasti akan diberikan begitu saja”,kenang Lucan.

Begitu juga Alex (33) sahabat Konek mengatakan,  dirinya mengenal Konek dari tahun 2014 baru bertemu lagi sekitar 2 bulan terakhir. Dia berpendapat,  kalau Konek sudah menganggap temannya sudah akrab dengan dirinya ia akan menganggap teman tersebut sebagai saudara sendiri.

“Saya akui memang profesi dia bandit, dia bekawan dengan kita seluruh keluarga kita jadi keluarga dia semua, orang tua kita dianggapnya orang tua dia, adik kita dianggapnya adik dia, malah saya baru-baru ini diberikan motor oleh Konek,” jelasnya.

Disoal apakah dalam aksi kejahatan tersangka pernah memakan korban, Alex menuturkan, belum pernah dirinya mendengar dalam aksinya tersangka sampai mencelakakan korbannya. “Belum pernah saya mendengar Konek mencelakakan korbannya,  seperti melukai korban, paling menggertak agar korbannya takut, apalagi sampai menghilangkan nyawa korbannya, ”sahutnya.

Dia melanjutkan penangkapan Konek sendiri terjadi di  Tempat Kejadian Perkara  (TKP) Kemuning, di seputaran  Areal Perkuburan dibawa ke Ilir Barat I.

“Hari Kamis jam 10.00 Wib pagi Konek ditangkap, jam 20.30 Wib kita dikabarkan oleh pihak kepolisian bahwa Konek sudah meningggal, saya sendiri  mendapat kabar dari pihak keluarga pukul 11.30 Wib siang di depan rumah Sakit, bahwa Konek ditangkap. Jadi pihak keluarga bertemu terakhir dengan Konek di Polsek IB I Palembang, dan saya kagek mendapat kabar bahwa konek meninggal di Polsek IB I,” ungkapnya.

Masih menurut Alex, bahwa Konek subuh-subuh balik dari rumahnya karena Konek sering menginap dirumahnya.

“Subuh Kamis (9/11/17) sebelum kejadian Konek itu baru pulang dari rumah saya,  karena abis menginap dari rumah saya, Konek sering main di rumah saya, namun saya mendapat kabar dia kena tangkap, sedangkan baru kemarinnya isteri saya keluar dari rumah sakit bersalin Rabu (8/11/17) dan anak saya meninggal, pada saat itu saya masih ditemani oleh Konek, ”tukasnya.

Sementara itu pihak Kepolisian Ilir Barat I Palembang Kapolsek Kompol Masnoni didamping Kanit Reskrim Iptu Dwi Rio, menuturkan kronologis penangkapan, sebelum kejadian korban Rita Susanti (47) hendak pergi bekerja. Ia pun melintas di Jl Putri Kembang Dadar, Kecamatan IB I. Lalu, tersangka yang melihat korban langsung menabrakkan sepeda motor yang dikendarai  oleh BA (DPO). Saat korban jatuh, ternyata ada seorang saksi yang menolong korban.

“Ketika saksi menolong, tersangka langsung mengacungkan senjata apinya sambil berkata aku tembak kau, ternyata, tersangka tidak main–main dan benar hendak menembak saksi. Tapi saat akan menembak ternyata senpinya tidak berfungsi, tersangka sempat menembak dua kali ke arah saksi tapi tidak berfungsi. Saksi pun langsung berteriak jambret,” ungkapnya.

Saat diteriaki jambret tersebut, datanglah warga dan langsung me-massa tersangka dan saat itu juga anggota langsung datang dan mengamankan tersangka.

“Ketika diamankan, tersangka hendak kabur jadi kami beri tindakan tegas di kaki kiri dan kanannya,” tuturnya.

Masnoni menyebutkan, saat tersangka dilarikan ke rumah sakit dan sempat diberikan perawatan di RS Bhayangkara. Ternyata nyawa tersangka tidak dapat ditolong dan meninggal.

“Saat penggeledahan ditemukan, satu buah senpi dan empat butir peluru dan satu selongsong, kemudian empat kunci sepeda motor dan satu kunci T,” pungkasnya dilansir Sumeks online (12/11/17).

Pada wawancara wartawan Sumateranews.co.id sebelumnya, Kanit Reskrim Iptu Dwi Rio Andrian mengatakan, pihak kepolisian akan menggelar press releas tentang kasus 365 tersangka Konek.

“Sabar saja Polisi, akan menggelar press releas tentang kasus tersangka Konek, tersangka yang merupakan resedivis perampokan nasabah Bank Sumsel Babel pada tahun 2013 yang divonis hukuman 5 tahun 6 bulan penjara, baru saja bebas tiga bulan, namun tersangka malah melakukan aksi kejahatan kembali, kasus 365 Jambret yang  ditangkap massa di TKP Puncak Sekuning”,katanya kepada wartawan Sumateranews Jum’at  (10/11/2017) diruang kerjanya.

 

 

 

Laporan  : SU

Editor      : Syarif