Keluarga Pasien Keluhkan Ketersediaan Air di RSUD Padangsidimpuan

23

Sumateranews.co.id, SUMUT- Sejumlah pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Padangsidimpuan mengeluhkan ketersediaan air di kamar mandi (toilet) yang kondisinya tidak menentu antara ada dan tiada.

Dalam seminggu ini, paling  tidak ada tiga orang pihak keluarga pasien yang ditemui wartawan  mengeluhkan ketersediaan air di rumah sakit kebanggaan Kota Padangsidimpuan tersebut.

Salah satunya, Solih (15) salah seorang warga pasien, di saat ibunya terbaring sakit di salah satu ruangan di Rumah Sakit Umum Kota Padangsidimpuan, tak hanya menemani ibunya, ia pun mengurus keperluan ibunya. Seperti mengangkat air, untuk mengisi bak kamar mandi di ruangan ibunya dirawat.

Saat perbincangan wartawan dengannya, dia menuturkan pagi-pagi sekali, Solih dengan menjinjing ember kecil berisi air, bolak-balik masuk ke kamar ibunya dirawat untuk mengisi bak kamar mandi untuk keperluan ibunya dimana lokasi pengambilan air tersebut diperkirakan cukup lumayan jauh serta naik – turun tangga karena ruang rawat inap ibunya yang berada di lantai II.

Solih juga mengatakan kalau ibunya sudah empat hari dirawat dan selama empat hari itu, ia rutin mengangkat air mengisi bak kamar mandi, meskipun terkadang dibantu oleh ayahnya.

“Senin ibu saya masuk daftar pasien di Rumah Sakit ini (RSUD Kota Padangsidimpuan). Saat pertama masuk air di kamar mandi tidak berfungsi sampai sekarang,” kata Solih, Kamis (27/6).

Ia membandingkan, bangunan RSUD Kota Padangsidimpun yang dulu dengan sekarang. Meskipun Rumah Sakitnya telah memiliki bangunan gedung yang dinilai cukup mewah, menurutnya lebih bagus sewaktu dulu, fasilitas kamar mandinya bagus.

“Sewaktu dulu, saat ibu saya dirawat pertama kali, air masih bagus, wc tidak bau. Kalau sekarang, bau,” ungkap Solih.

Senada juga keluhan datang dari Azmin dimana penuturannya kepada wartawan mengatakan saat pertama anaknya masuk ke ruangan paru, dia kesulitan air di ruangan m toilet untuk keperluannya anaknya maupun keluarganya yang berjaga.

“Saya tidak sabaran menunggu kapan ada air di kamar mandi sehingga terpaksa bawa jeriken berisi air  dari rumah,” katanya.

Demikian halnya dengannya Khalid, kepada wartawan juga sama percis mengatakan keluhannya atas kersediaan air di bak ruangan toilet untuk kebutuhan ibunya yang dirawat lantai II.

Sementara salah satu karyawan RSUD yang sempat ditanyai wartawan terkat kondisi ketersediaan air dalam kamar mandi. Dia mengatakan sudah sebulan lebih air tidak berjalan normal. “Saat ini memang air tidak berjalan normal,” tuturnya.

 

Laporan          : Mubin

Editor/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here