Kejari Tetapkan Dua Tersangka Pengadaan Lift BPKAD

0
329
Kasi Pidsus Kejari Palembang, Andi SH didampingi Kasi Intel, Eko Yuristianto SH saat dikonfirmasi wartawan di kantor Kejari Palembang, Selasa (24/7/2018). Foto: Ist

Sumateranews.co.id, PALEMBANG – Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Palembang, telah menetapkan dua orang tersangka kasus dugaan korupsi untuk pengadaan lift Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Palembang Tahun 2016, dugaan kerugian negara sebesar Rp310 juta.

“Kejaksaan Negeri Palembang sudah menetapkan dua orang tersangka, satu PNS dan yang kedua dari pihak rekanan, pada pemeriksaan sebelumnya statusnya kedua hanya sebatas saksi, namun setelah diperiksa dan didapatkan bukti yang cukup kuat, mereka berdua ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap Andi SH, Kasi Pidsus Kejari Palembang, didampingi Kasi Intelijen Eko Yuristianto SH, Selasa (24/7/18).

Menurut Andi, tersangka yang berstatus PNS adalah berinisial ARM warga Palembang dan untuk saat ini ada jabatan di Setda Pemkot Palembang. Sementara tersangka M warga Jakarta dari PT Japri Sentosa yang merupakan rekanan sebagai pelaksana pada proyek pengadaan lift.

“Pengadaan lift kantor BPKAD tahun 2016, dimana tersangka ARM sebagai PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dan jabatannya ketika itu selaku Kabid Anggaran BPKAD. Sedangkan tersangka M sebagai rekanan atau pelaksana. Tersangka M ini merupakan distributor lift salah satu merek atau produk dari Cina” sebutnya.

Lanjut Andi, memang kedua tersangka belum dilakukan penahanan dan masih dalam proses pemanggilan. Pada pemangilan pertama, keduanya tidak dapat hadir dikarenakan alasan. Nanti akan dilanjutkan pada pemanggilan kedua.
“Pada pemanggilan kedua tidak juga hadir tanpa adanya alasan yang jelas, keduanya akan kita jemput secara paksa. Namun kami yakin keduanya kooperatif karena selama ini selalu hadir saat dipanggil,” jelasnya.

Disoal berapa jumlah kerugian negara yang ditimbulkan dari kasus pengadaan lift tersebut dan adakah tersangka lain yang terlibat, Andi menambahkan, proses penyidikan masih terus dilakukan. Bahkan tidak menutup kemungkinan untuk jumlah tersangkanya akan bertambah. Dan mengenai kerugian negara masih dihitung dari pihak ahli, sedangkan perhitungan penyidik kejaksaan sendiri, kerugian negara sekitar Rp310 juta.

 

Laporan : SU
Editor    : Syarif