Kejam, Balita Dipukuli dan Disulut Rokok

0
220

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi. Kali ini, seorang balita berusia tiga tahun berinisial AT men‎jadi korban kekerasan dan penganiayaan oleh ayah tirinya sendiri yakni, AS (40). Selain mengalami luka memar di sekujur tubuh akibat kerap dipukuli, korban juga menderita luka bekas sulutan api rokok di bagian wajahnya.

Peristiwa kekerasan anak di bawah umur ini terungkap setelah ayah kandung korban yaitu, Sutarman (49) warga ‎Jalan Zainal Abidin Desa Pedataran Kecamatan Pedataran Kabupaten Ogan Ilir melaporkannya ke Mapolres Prabumulih, Selasa pagi (29/08) sekitar pukul 10.00 WIB.

Dalam laporannya, perbuatan yang dilakukan AS (40) warga Jalan Taman Baka Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara sungguh sadis. Pria bekerja buruh sehari-hari ini diduga tega memukuli dan menyundut rokok ke wajah anak tirinya, AT, yang baru berusia sekitar 3 tahun.

Akibat perlakuan ayah tirinya itu, korban mengalami luka memar pada bagian punggung badan, perut serta terdapat luka bekas sundutan rokok di bagian wajah serta tangan kanannya. Hingga membuat Sutarman (49) warga Jalan Zainal Abidin Desa Pedamaran Kecamatan Pedamaran Kabupaten Ogan Ilir (OI) yang merupakan ayah kandung korban melaporkan AS ke Polres Prabumulih, kemarin siang (29/8) sekitar pukul 10.00 WIB.

Menurut keterangan Sutarman yang dituangkannya dalam laporan nomor LP/B/201/VIII/2017/Sumsel/Polres Prabumulih itu, peristiwa penganiayaan terhadap AT oleh pelaku diketahuinya terjadi Sabtu (12/8) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB saat AT berada di rumah ayah tirinya itu yang ada di di Jalan Taman Baka tepatnya di belakang Gedung Serbaguna Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara.

Di depan petugas, Sutarman menuturkan, kejadian yang dialami korban baru ia ketahui setelah dirinya tiba ke Prabumulih dan menginap di tempat salah seorang saudaranya di kawasan Pasar Prabumulih hendak melihat dua anaknya yang kini ikut bersama mantan istrinya yang dinikahi AS dua tahun terakhir di rumah pelaku di lokasi tersebut.

Masih di hari itu, Sutarman pun langsung mendatangi rumah AS untuk membawa kedua anaknya untuk diajak berkumpul sejenak dengannya ke tempat keluarga pelapor. Nah, sesaat setelah pelapor dan kedua anaknya itu tiba di tempat saudaranya tersebut. Kakak korban yakni RD (inisial, red) yang tak lain putra sulung Sutarman menceritakan jika ia dan adiknya diduga sering dianiaya dan disiksa dengan sundutan rokok oleh ayah tirinya itu.

Mendengar cerita RD itu, Sutarman pun langsung memeriksa sekujur tubuh kedua anak kandungnya itu. Lalu betapa terkejutnya pelapor, saat melihat bagian pipi di wajah dan lengan tangan kanan milik AT terdapat bekas luka akibat sundutan rokok seperti yang disebutkan oleh RD itu kepadanya.

Sehingga pelapor pun bergegas membawa korban ke Puskesmas setempat dan selanjutnya melaporkan AS yang merupakan ayah tiri kedua anaknya itu ke Mapolres Prabumulih dengan berharap agar pelaku dapat segera diproses hukum sebagaimana dugaan perbuatan yang dilakukannya itu kepada korban.

Diakui ayah kandung korban, jika ia dan mantan istrinya sudah dua tahun berpisah. Dan mantan istrinya kini telah menikah kembali dengan terlapor.

“Setelah kami berpisah, korban yang merupakan anak kedua kami, ikut sama ibunya bersama kakak korban yang laki-laki ini. Dari anak saya ini juga mengaku kalau perlakuan tak pantas itu dilakukan dia (AS, red) berulang kali,” ucapnya dihadapan petugas di Mapolres, kemarin.

Sementara itu, Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE MM melalui Kasat Reskrim, AKP Eryadi Yuswanto SH MH ketika dikonfirmasi membenarkan pihaknya sudah menerima adanya laporan dugaan korban anak berusia sekitar 3 tahun oleh ayah tirinya itu oleh pihaknya. “Kasusnya masih dalam proses penyelidikan, saat ini tengah kita tangani,” terangnya.

Lebih lanjut Eryadi menegaskan, laporan warga itu segera akan ditindaklanjuti pihaknya. “Ayah kandung korban sendiri sebagai pelapornya dan masih kita mintai keterangannya, begitupun korban sendiri saat ini sedang dimintai keterangan oleh anggota unit Sat Reskrim Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) kita,” tukasnya seraya menambahkan sejumlah bukti masih akan dikumpulkan pihaknya.
Laporan : Fadli
Editor : Imam Ghazali
Posting : Andre