Kebebasan Pers Terancam, IWO Se-Nasional Siap Kawal Kasus AS

0
140

Sumateranews.co.id, LAMPUNG- Dukungan terhadap wartawan media online yang dilaporkan ke Polres Lampung Selatan (Lamsel) oleh Kabag Perlengkapan Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) setempat, Delfarizy, SE, MM, terus mengalir.

Ratusan media online dari skala provinsi bahkan nasional mendukung wartawan berstartus madya ini pasca dipolisikan setelah menerbitkan berita mengenai kendaraan dinas Lamsel yang diduga dipergunakan untuk mesum. Bahkan, dukungan juga mengalir dari Dewan Pers Indonesia.

Lantaran, laporan Delfarizy terhadap wartawan ini diduga menyebrangi nota kesepahaman Dewan Pers dan Polri. Nota kesepahaman itu, dimaksudkan agar implementasi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, dapat berjalan dengan baik. Bila ada aduan soal pemberitaan, maka dapat dilaporkaan ke Dewan Pers.

Bukan mengadu ke Dewan Pers, Delfarizy justru langsung melaporkan ke polisi. Sekretaris IWO Lampung, Zulhaidir menyayangkan laporan itu.

Menurutnya, langkah yang diambil Izy, sapaan akrab Delfarizy, ini merupakan bentuk ancaman bagi kebebasan pers. Karenanya, secara kelembagaan Dewan Pengurus Pusat (DPP) IWO bakal siap mendampingi wartawan fajarsumatra.co.id tersebut.

“Saya sudah komunikasi dengan Sekjend IWO pusat. Ia menegaskan bakal siap mendampingi AS untuk skala nasional,” tegasnya, Sabtu (10/3/18).

Owner lampungmediaonline.com ini juga menegaskan, secara pemberitaan, seluruh media online yang tergabung di organisasi IWO bakal terus mengawal isu ini hingga beres.

“Ratusan media yang tergabung di IWO nasional maupun wilayah Lampung bakal mengawal. Sebab, ini menyangkut kebebasan pers, terutama jurnalis online,” tukasnya.

Sementara itu, Owner Sumateranews.co.id, Abdullah Doni melalui Pimpinan Redaksi Imam Ghazali berpendapat dari masalah ini hendaknya lembaga eksekutif dan yudikatif harus mengetahui kinerja wartawan yang berpijak pada kode etik jurnalistik. ‘’Tak hanya itu, proses pelaporan ke polisi sah-sah aja dilakukan, apabila media yang bersangkutan tidak mau menayangkan sanggahan ataupun bantahan dari objek atau orang yang diberitakan terhadap berita yang termuat. Artinya, proses pelaporan bisa saja dilakukan apabila hak jawab yang disampaikan ke media tidak dimuat. Jika asal lapor tanpa mengetahui mekanisme hukum dan aturan yang ada di dunia pers, maka itu sama saja tidak menghormati kebebasan pers sebagaimana yang didengungkan selama ini,’’ cetus Imam.

Diketahui, sejak kemarin (9/3/18), follow up berita terkait laporan Izy ke Polres Lamsel terus bertebaran.

Seperti diberitakan sebelumnya, wartawan fajarsumatera.co.id dilaporkan Kabag Perlengkapan Lamsel, Delfarizy ke Polres Lamsel dengan No LP. B-230/III/2018/SPKT, dengan tuduhan pencemaran nama baik di Media Sosial. Dirinya dianggap telah menyebarkan berita fitnah dan Hoax, karena telah memuat pemberitaan dengan judul “Mobil Dinas Pemkab Lamsel dibuat pakai mesum”.

Laporan          : Dedy

Editor/Posting : Imam Ghazali

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article