Crime HistoryOlahragaPALISecond HeadlineSumsel

Kasus Penganiayaan Pemain Sepakbola di Tanah Abang – PALI, Diselesaikan Lewat Restoratif Justice

PALI – Kasus penganiayaan antar pemain sepakbola yang terjadi di Lapangan Bola desa Raja Induk, kecamatan Tanah Abang, kabupaten PALI, pada Kamis sore, 7 Maret 2024, sekira pukul 17.30 WIB, berakhir damai.

Kesepakatan damai antar pemain itu dilakukan, usai anggota Polsek Tanah Abang dibantu oleh semua pihak melakukan pendekatan secara humanis dan memfasilitasi pembicaraan damai secara kekeluargaan dan menempuh Restorative Justice (RJ, red).

“Restorative Justice ini diambil berdasarkan LP / B / 21 / III / 2024 / SPKT / POLSEK TANAH ABANG / POLRES PALI / POLDA SUMSEL, Tanggal 08 Maret 2024,” ungkap Kapolres PALI, AKBP Khairu Nasrudin S.IK MH melalui Kapolsek Tanah Abang, AKP Darmawansyah SH MH.

Ditambahkan AKP Darmawansyah, juga adanya Surat Perintah Penyelidikan, nomor: SP. Lidik / III /2024 / Reskrim / Polsek Tanah Abang / Polres Pali / Polda Sumsel, tanggal 08 Maret 2024.

“Dan yang paling penting adalah Surat Perdamaian kedua belah pihak, tanggal 09 Maret 2024, SP2HP henti lidik nomor: SP2HP-A3/03.b/III/2024 /Reskrim, tanggal 11 Maret 2024 lalu Surat Pencabutan Laporan Polisi, tanggal 11 Maret 2024, dan Gelar Perkara Henti Lidik tanggal 11 Maret 2024 serta Ketetapan Henti Lidik nomor: Sp-Tap/03 /III/2024/Reskrim, tanggal 11 Maret 2024,” pungkasnya.

Kapolsek menyampaikan, bahwa setelah diadakan pendekatan secara humanis, antara Pelapor dan Terlapor sudah membuat Surat Penyataan Perdamaian pada tanggal 09 Maret 2024.

“Pelapor kemudian mencabut Laporan Polisi Nomor : LP / B / 21 / III / 2024 / SPKT / POLSEK TANAH ABANG / POLRES PALI / POLDA SUMSEL, Tanggal 08 Maret 2024, tentang dugaan tindak pidana Penganiayaan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 KUHP, dan kita lakukan Restorative Justice,” jelas Kapolsek Tanah Abang kepada awak media, pada Senin malam, (11/3/2024) sekura pukul 20.15 WIB, ketika dikonfirmasi melalui selulernya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu sempat terjadi Tindak Pidana Penganiayaan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 KUHP di Lapangan Bola desa Raja Induk, kecamatan Tanah Abang, kabupaten PALI, Sumsel pada Kamis, 07 Maret 2024 sekira pukul 17.30 WIB.

Peristiwa penganiayaan itu terjadi karena dipicu hal sepele dan tidak bisa menerima kekalahan timnya dalam pertandingan sepakbola, akhirnya pelaku berinisial R nekat memukuli lawannya dengan sepotong kayu lebih kurang sepanjang 1 (Satu) meter.

Namun, berkat pendekatan secara humanis oleh anggota Polsek Tanah Abang dibantu oleh semua pihak, dan kesepakatan kedua belah pihak, akhirnya berdamai secara kekeluargaan tanpa harus menempuh proses hukum lebih lanjut atau Restorative Justice. (*)

Editor: Donni

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button